Komunitas Bandung Trail, Lihat Bandung Klasik Hingga Sisi Mistisnya

TRIBUNNEWS.COM -- BERAWAL dari keinginan untuk mengenalkan bangunan heritage di Bandung, serta sejarahnya kepada masyarakat, Teguh Amor Patria menggagas sebuah komunitas yang bisa mewadahi itu pada 2003. Dengan mengusung nama Bandung Trail, Amor, sapaan akrab Teguh, mulai mengenalkan sejarah Bandung melalui wisata.

Berbagai kegiatan dilakukan oleh komunitas itu. Mulai dari wisata sejarah untuk para turis mancanegara, untuk para turis lokal, hingga kegiatan pengenalan sosial ke masyarakat. "Jadi kami punya kegiatan yang bersifat bisnis bekerja sama dengan travel untuk wisata sejarah dan juga kegiatan sosialisasi," ujar Amor pada Tribun saat ditemui di sela kegiatan komunitas itu belum lama ini.

Bandung yang punya sejarah panjang dengan banyak peninggalannya memang selalu jadi tujuan wisata sejarah yang sangat menarik terutama bagi para wisman. Menurut Amor, komunitasnya itu punya beberapa rute wisata sejarah yang ditawarkan untuk para wisatawan.

"Biasanya kita bikin sebuah tema untuk rute perjalanan wisatanya. Sejauh ini kami punya 'Rute Klasik', 'Market Trail', dan ada juga 'Tur Malam'," ujar pria yang juga mengajar sebagai dosen tidak tetap di STPBandung itu.

Rute Klasik, jelasnya, menceritakan sejarah perkembangan Bandung dari awal. Ia juga menuturkan rute ini cukup populer di kalangan wisman. "Kita start di KM 0 kemudian melewati Braga sampai finish-nya di Gedung Sate," ceritanya.

Sedangkan untuk Market Trail, rutenya mengelilingi kawasan perdagangan di pecinan. Mulai dari Kopi Aroma yang legendaris, ke daerah Pasar Baru, lalu ke Toko Jamu Babah Kuya, dan berakhir di Warung Kopi Purnama yang sudah terkenal itu.

"Sambil berjalan, peserta akan mendapat penjelasan tentang sejarah kawasan itu plus sedikit pengenalan tentang rutinitas yang ada di situ," jelasnya.

Tur malam pun, kata Amor, tidak kalah dari rute tur lainnya. Tur yang memang dilakukan pada malam hari ini memang agak berbeda dari tur biasanya. "Kalau biasanya kan kita mengupas total sejarahnya, kalau tur malam ini yang dikupas itu cerita legenda dan juga mistisnya," tambah Amor.

Tur malam ini sudah dilakukan sejak tahun 2008 dan selalu banyak peminatnya. Tempat-tempat yang biasanya dikunjungi adalah tempat-tempat yang memang sudah terkenal cerita hantunya. "SMA 3 dan 5 misalnya. Rumah Kentang, Ambulans di Bahureksa, dan masih banyak tempat-tempat misteri lainnya," ceritanya.

Selain untuk kegiatan travel, komunitas ini juga kerap menggelar kegiatan sosialisasi untuk masyarakat. "Dalam satu tahun, kami menyelenggarakan tiga kali kegiatan untuk pengenalan sosial," ujarnya. Siapa saja bisa menjadi peserta wisata ini. Mulai dari masyarakat umum, wisatawan domestik, hingga wisatawan mancanegara bisa ikut.

Melalui kegiatan-kegiatan ini, Bandung Trail juga sempat diundang ke acara Kick Andy untuk berbagi cerita mengenai kegiatan yang mereka lakukan selama ini. "Semenjak itu, banyak permintaan dari individu dan grup untuk berwisata sejarah," ceritanya.

Permintaan pertemanan di jejaring sosial facebook pun, ungkap Amor, meningkat. Sekarang ini sudah lebih dari 2.100 orang bergabung dengan akun facebook Bandung Trail. "Dan mereka itu berasal dari berbagai daerah. Bandung, Jakarta, Manado, Padang, Surabaya, dan beberapa kota lainnya," tambah Amor.

Baca juga:

  • Tanggul Citarum Jebol Menewaskan Dua Warga
  • Saat 60 Tahanan Kabur Hanya Ada Lima Petugas yang Berjaga
  • Partai Demokrat Wajibkan Dede Yusuf Menang di Jawa Barat

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.