Komunitas CIO nilai regulasi BSPI 2025 sudah baik

·Bacaan 2 menit

Komunitas chief information officer (CIO) dan pemimpin perusahaan teknologi, iCIO Community, menilai bahwa regulasi Blueprint Sistem Pambayaran Indonesia (BSPI) 2025 sudah jelas dan baik.

Dengan sudah jelasnya regulasi BSPI yang ditetapkan pemerintah, maka hal itu memudahkan bagi para pemimpin perusahaan teknologi untuk mengikuti dan mematuhinya, kata Chairman iCIO Community, Rico Usthavia Franz, dalam pernyataan persnya, dikutip Sabtu.

Baca juga: Digitalisasi buat perusahaan lebih kebal krisis selama pandemi

Berdasarkan jajak pendapat mengenai BSPI 2025 terungkap bahwa seluruh CIO akan melakukan peningkatan infrastruktur teknologi, khususnya komputasi awan, teknologi keamanan informasi, dan tolok ukur, benchmark, industri terkait aplikasi dan infrastruktur.

Selain itu, menurut Rico, setelah dua tahun implementasi BSPI sejak diluncurkan Bank Indonesia pada Mei 2019, para CIO memiliki perhatian terhadap beberapa hal yang harus direspons oleh regulator, yakni peningkatan sosialisasi regulasi dan petunjuknya serta standar keamanan application programming interface (API).

Dalam acara Executive Leadership Forum baru-baru ini yang mengangkat BSPI 2025 sebagai topik utama, para CIO melihat berbagai kemungkinan peluang dan tantangan untuk berkolaborasi dengan perbankan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan.

Terlepas dari sambutan positif para CIO dan keyakinan mereka bahwa implementasi BSPI 2025 akan mendorong inovasi serta membuka peluang bagi bisnis untuk terus berkembang di masa depan, para pengambil keputusan di bidang TIK perusahaan dan organisasi besar di Indonesia itu melihat ada sejumlah hal yang harus ditingkatkan.

Para CIO juga memberikan sembilan poin masukan bagi Bank Indonesia sebagai regulator, di antaranya persoalan perizinan yang harus disederhanakan, perlunya mendorong penciptakan lingkungan sandbox (ruang uji coba), kemudian perlunya mendorong manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Lalu, peningkatan komunikasi dengan sektor-sektor lain yang terdampak regulasi, membuat aturan main sebagai tindak lanjut regulasi dan membuat daftar operator sistem pembayaran yang lebih transparan, serta peningkatan proteksi dan keamanan data.

Masukan-masukan tersebut terungkap dalam jajak pendapat iCIO Community baru-baru ini, dengan audiens berasal dari industri perbankan 10,6 persen, asuransi 8,5 persen, teknologi finansial 14,9 persen, ritel 8,5 persen, layanan kesehatan 4,3 persen, pemerintahan 12,8 persen, minyak dan gas 4,3 persen, teknologi 25,5 persen, dan komunitas 10,6 persen.


Baca juga: BI yakin digitalisasi mampu bawa Indonesia jadi negara maju

Baca juga: BI: QRIS adalah salah satu "game changer" pemulihan ekonomi

Baca juga: BI paparkan cara percepat kolaborasi bank dengan fintech

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel