Komunitas di Maluku buat tanggul di Kaitetu antisipasi banjir

Sejumlah komunitas di Maluku dan warga Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, melakukan aksi pembuatan tanggul darurat sementara dengan karung yang diisi pasir untuk mengantisipasi banjir akibat luapan sungai.

“Tadi kita sudah isi materialnya sebanyak 1.000 karung lebih. Nanti besok baru kita lanjutkan dengan pembuatan tanggulnya langsung,” kata Koordinator Lapangan, Sabil Kapitan Hitu, kepada ANTARA, di Ambon, Jumat.

Ia mengatakan, 1.000 karung yang diperoleh mereka berasal dari kantor JNE, JNT, dan Si Cepat yang ada di Kota Ambon.

“Dan semua karung itu gratis. Kita langsung packing dan bawa ke Negeri Kaitetu,” ujarnya.

Baca juga: 1.153 keluarga terdampak banjir dan tanah longsor di Ambon
Baca juga: Banjir dan tanah longsor menyebabkan dua orang meninggal di Ambon

Menurutnya, tanggul yang direncanakan akan dibuat selesai besok ini, sepanjang jembatan yang jebol di Kaitetu tersebut sehingga membuat sungai mudah meluap ke dalam pemukiman warga.

“Kita besok akan buat tanggul untuk menghalangi luapan sungai itu masuk lagi. Kira-kira sepanjang 30-40 meter lah,” jelasnya.

Ia mengaku, pembuatan tanggul itu merupakan inisiatif dirinya sendiri dan kemudian dibicarakan bersama teman-teman komunitas lainnya untuk membantu warga Kaitetu.

“Soalnya saya lihat debit air yang sudah rata dengan permukaan tanah itu jadi sepertinya warga memang butuh tanggul. Nah makanya itu kita bikin 1.000 karung peduli Kaitetu, untuk diisikan dengan material baru kemudian kita buat tanggul itu,” tandasnya.

Baca juga: Sungai meluap, ratusan rumah warga Batu Merah Ambon terendam banjir
Baca juga: Korban Banjir Kaitetu Minta Uluran Tangan Pemerintah

Sabil menyebutkan, dalam gerakan ini, telah melibatkan sejumlah komunitas, yakni, Maluku Peduli, Pecinta Alam Jazirah, Dompet Dhuafa dan seluruh elemen masyarakat yang mau membantu warga Kaitetu.

“Saya harap, niat baik ini tidak sampai di sini saja, semoga akan bermanfaat dan, teman-teman semua tetap semangat untuk saling membantu sesama manusia,” pungkas Sabil.

Diketahui, sudah sembilan hari yang lalu, puluhan rumah warga di Negeri Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) terendam banjir.

Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur Pulau Ambon terhitung sejak pekan kemarin, akibatnya Sungai Wailoy meluap dan merendam rumah warga.

Baca juga: Jakbar buat tanggul sementara untuk atasi genangan di Puri Kembangan
Baca juga: Pemkot Tangerang buat tanggul sementara Kali Angke

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel