Komunitas milenial Sulawesi Utara ekspor 44 ton cocopeat ke Korsel

·Bacaan 2 menit

Komunitas millenial Sulawesi Utara (Sulut) Go Ekspor berhasil mengekspor cocopeat sebanyak 44 ton ke Korea Selatan di pekan kedua November 2021.

"Para anak muda asal Sulut berumuran 19 tahun yang tergabung dalam sebuah komunitas milenial Sulut Go Ekspor berhasil pasarkan komoditas pertanian asal Sulut yakni Cocopeat sebanyak 44 ton ke Korea Selatan dengan nilai ekonomi mencapai Rp500 juta," kata Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan, di Manado, Sulut, Minggu.

Dia mengapresiasi anak-anak muda yang tergabung dalam komoditas tersebut telah berhasil mengekspor produk yang selama ini bahan bakunya sebenarnya berasal dari limbah pabrik olahan turunan kelapa.

"Proses pemasaran dengan fasilitas digital yang tentu sudah dekat dengan milenial sekarang ini, saya rasa itu kelebihan mereka, tinggal bagaimana memanfaatkan peluang," ujarnya.

Produk turunan kelapa, termasuk cocopeat, merupakan komoditas unggulan Provinsi Sulut dan di setiap proses ekspornya untuk memenuhi persyaratan masing-masing negara tujuan, komoditas tersebut rutin disertifikasi oleh Karantina Pertanian Manado sebelum diekspor ke berbagai negara.

Ketua Komunitas Sulut Go Ekspor Alan mengatakan komoditas pertanian yg berhasil diekspor sebanyak 1 kontainer.

Baca juga: Bungkil kelapa primadona ekspor Sulut ke India saat pandemi COVID-19

"Jadi buyer bayar 50 persen duluan, dan melunasinya saat barang sampai," katanya.

Ia berpesan untuk para kaum millenial jangan takut untuk melangkah terjun ke dunia bisnis.

"Melalui komunitas ini kita bangun daerah sendiri melalui ekspor, tentu hal tersebut harapannya kita juga mendapat support penuh dari pemerintah terkait," tuturnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang berharap ke depan akan banyak muncul sosok milenial asal Sulut yg berkecimpung di dalam dunia perdagangan ekspor, khususnya pada sektor pertanian melalui program unggulan Kementan yakni Gratieks.

Cocopeat atau bisa disebut coco coir maupun coco fiber merupakan sebuah media tanam alternatif yang bisa digunakan untuk budi daya berbagai jenis tanaman, khususnya hidroponik.

Bahan utama media tanam ini terbuat dari sekam atau tempurung buah kelapa yang diolah atau dihaluskan, sehingga menjadi butiran-butiran seperti serbuk kayu.

Cocopeat sangat baik untuk dijadikan media tanam karena seimbang dalam mempertahankan kelembaban, artinya tanaman tidak mudah layu karena air yang tersimpan cukup lama pada cocopeat.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Pemprov Sulut perkuat ekspor komoditas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel