Komunitas Petani Bali Jengah sulap lahan kosong jadi perkebunan pepaya

Sejumlah petani yang tergabung dalam Komunitas Petani Bali Jengah menyulap lahan-lahan kosong menjadi perkebunan pepaya jenis California yang subur dengan kualitas terbaik di Desa Sibang, Kabupaten Badung.

"Pertanian tersebut bermula dari lahan percobaan seluas tidak lebih dari 30 meter persegi. Kini luas lahan perkebunan pepaya California kurang lebih sudah mencapai 6 hektare," kata Ketua Komunitas Petani Bali Jengah I Gede Wirama di Sibang, Badung, Selasa.

Dari hasil menyulap lahan kosong tersebut, menurut Wirama, para petani dapat menghasilkan hingga satu ton pepaya siap jual per hari.

"Dengan adanya pertanian ini, Desa Sibang dapat menjadi salah satu pusat penghasil buah pepaya terbesar di Bali," ujar Wirama didampingi Wakil Ketua I Nyomam Triasa serta Koordinator dan Sales Marketing I Putu Dodi itu.

Baca juga: Menjaga ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong di Giriroto

Wirama mengatakan kualitas buah pepaya yang dihasilkan pun sangat baik karena rasanya yang enak dan manis. Hal ini didukung oleh cara pemupukan dan perawatan yang sebagian besar masih menggunakan cara tradisional dan berbahan organik.

Dengan adanya perkebunan pepaya terbesar ini diharapkan akan bisa mengurangi ketergantungan buah dan sayur yang selama ini banyak didatangkan dari luar Pulau Bali.

"Kami berharap para pelaku bisnis ritel, pedagang buah lokal, pelaku bisnis akomodasi pariwisata, vila, hotel, restoran bisa menggunakan hasil panen petani lokal," ucapnya berharap.

Upaya tersebut bisa mendukung petani lokal asli Kabupaten Badung dengan membeli hasil pertanian mereka dan melalui satu pintu masuk sales marketing dari tim Komunitas Petani Bali Jengah di nomor +6281916017882.