Komunitas reptil di Bali beri edukasi gratis lewat Car Free Day

Komunitas Pecinta Reptil di Bali kembali memanfaatkan momen dibukanya kembali Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, untuk memberi edukasi mengenai ular kepada masyarakat.

"Biasanya selalu rutin setiap hari Minggu saat CFD dari sebelum COVID-19, dan ini baru hari pertama setelah dibuka lagi. Kita di sini mengenalkan dan mengedukasi masyarakat cara penangkapan, membedakan ular berbisa atau tidak, dan cara agar tidak masuk rumah," kata Oka Widiartana (28) selaku anggota komunitas.

Oka mengatakan edukasi ular dari komunitasnya selama Car Free Day tak memungut biaya atau gratis, pun juga ular yang dibawa merupakan hewan yang aman dan tidak berbisa sehingga dapat didekati siapapun.

"Harapannya bisa memberi informasi ke masyarakat, edukasi kalau tidak semua ular itu berbisa dan ada yang bisa dipelihara seperti ular piton albino kan hewan hias, hari ini juga kita bawa tiga semuanya sanca batik cuma beda warna, dan ini tidak agresif juga bisa digendong," ujar Oka.

​​​​Meskipun jumlah pengunjung edukasi ular pada hari perdana Car Free Day tak sebanyak dulu, Oka mengaku antusias ini masih tergolong tinggi. Banyak diantara pengunjung dilihat aktif dan menunjukkan minatnya untuk mengetahui lebih banyak soal hewan melata tersebut, meskipun masih ada yang menunjukkan rasa takut.

Baca juga: Komunitas : Rutin bersihkan rumah dapat minimalisir masuknya ular

Baca juga: Komunitas pecinta hewan harapkan aturan khusus hewan peliharaan

Kepada media, Oka mengatakan bahwa edukasi ular secara gratis berdasarkan inisiatif komunitas ini akan kembali rutin digelar setiap hari Minggu, ini juga untuk memfasilitasi masyarakat agar tak perlu mengeluarkan biaya ratusan ribu untuk merasakan pengalaman ini.

Sementara itu salah satu pengunjung Intan Diasti (22) mengaku senang dengan adanya edukasi ular saat Car Free Day. Ia menilai ini dapat menjadi salah satu daya tarik selain berolahraga.

"Senang ya ada edukasi ini, ada pengalaman juga untuk megang ular sebesar ini, gratis dan rasa penasaran akhirnya terjawab. Semoga banyak yang memanfaatkan ini setelah olahraga," ujarnya.

Baca juga: Komunitas pendaki gunung gelar aksi 1.000 masker di car free day

Baca juga: Ikatan Pensiunan PLN "gowes" bareng rayakan Hari Sepeda Sedunia

Dalam pelaksanaan Car Free Day yang sempat terhenti dua tahun karena pandemi ini juga turut diramaikan komunitas-komunitas lain di Kota Denpasar, mulai dari inisiasi anak muda, dewasa hingga orang tua.

Salah satu yang juga antusias dengan dibukanya CFD Renon adalah komunitas sepeda konvensional Federal Denpasar. Ketua komunitas I Ketut Gede Astawa (59) mengaku sangat senang karena kembali dapat memanfaatkan CFD sebagai lokasi titik kumpul anggotanya.

"Kita lihat antusias teman-teman untuk berkegiatan ini sangat luar biasa. Kami dari komunitas sepeda khususnya Federasi Denpasar menyambut baik semoga CFD memberi makna untuk masyarakat," kata dia.

Astawa menyebut dibukanya CFD merupakan angin segar bagi komunitas sepeda konvensionalnya itu, meskipun saat ini jumlah anggota yang mengikuti hari bebas kendaraan di Lapangan Renon tak sebanyak saat sebelum pandemi, namun menjadi kesempatan ia dengan rekan-rekannya mengenang masa sekolah dengan sepeda.

Baca juga: Dua tahun tutup, warga antusias sambut Car Free Day perdana di Renon

Baca juga: Bank DKI manfaatkan CFD untuk edukasi warga soal transaksi digital

Baca juga: Menlu Retno dukung perempuan kenakan kebaya untuk olahraga di CFD