Komut PGN: Bisnis Saka Energi mulai hasilkan keuntungan

·Bacaan 1 menit

Komisaris Utama (Komut) Perusahaan Gas Negara (PGN) Arcandra Tahar menyebutkan kinerja bisnis hulu migas PGN melalui anak usahanya PT Saka Energi Indonesia (Saka Energi) akhirnya berhasil meraih keuntungan.

Keberhasilan Saka Energi menaikkan lifting minyak, meningkatkan efisiensi, dan lonjakan harga minyak dunia sepanjang 2021 menjadi pendorong utama kinerja positif anak perusahaan PGN itu.

"Setelah sekian lama mengalami kerugian, pada 2021, Saka Energi berhasil mencatatkan laba bersih sekitar 6 juta dolar AS," kata Arcandra dalam akun Instagram miliknya yang dikutip di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan kinerja keuangan yang membaik itu berdampak positif terhadap PGN sebagai induk perusahaan karena pada tahun-tahun sebelumnya, kerugian yang dialami oleh Saka Energi telah menjadi beban keuangan PGN.

Baca juga: Pelunasan utang SAKA akan berdampak positif terhadap kinerja PGN

Kinerja Saka Energi yang membaik itu dipengaruhi oleh peningkatan volume lifting minyak menjadi sekitar 25 ribu barel per hari selama tahun 2021. Kenaikan lifting tersebut berkat eksplorasi di beberapa sumur baru, khususnya di Blok Pangkah yang berhasil menemukan minyak dan kenaikan harga minyak 2021 turut mendongkrak pendapatan Saka Energi.

"Bisnis hulu migas memiliki potensi yang besar jika mampu dikelola dengan mengoptimalkan teknologi dan efisien dalam proses bisnis yang dijalankan. Komitmen itu yang terus diwujudkan oleh Saka Energi saat ini dan ke depan," jelas Arcandra.

Ia juga mengungkapkan Saka Energi telah mempercepat pelunasan utang obligasinya senilai 220 juta dolar AS pada 25 Maret 2022. Pasca buyback obligasi tersebut, nilai surat utang obligasi Saka Energi yang masih beredar 405 juta dari AS dan akan jatuh tempo Mei 2024.

Secara konsolidasi, laporan keuangan PGN tahun 2021 mencatat pendapatan perseroan dari hasil penjualan minyak dan gas mencapai 331,30 juta dolar AS. Nilai tersebut mengalami kenaikan sekitar 60,64 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar 203,70 juta dolar AS.

Baca juga: SAKA Energi mulai pengeboran dua sumur eksplorasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel