Kondangan Hajatan di Klaten Bakal Diswab Antigen, Mau?

·Bacaan 2 menit

Klaten - Di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melonjak, ada keluarga di Klaten yang nekat menggelar hajatan pernikahan. Konsekuensinya, mereka harus melaksanakannya dengan protokol kesehatan ketat dan harus rela acara diinterupsi satgas untuk melakukan tes usap antigen.

Seperti yang terjadi di resepsi pernikahan Mela dan Hilman di Pendapa Kembar Desa Tegalyoso, Klaten Selatan, Sabtu (26/6/2021). Hajatan itu dipantau ketat satgas dan beberapa tamu undangan dipilih secara acak untuk menjalani tes usap.

Resepsi pernikahan itu digelar menggunakan jasa Praktis Wedding Organizer Klaten. Ada 400 tamu yang diundang hadir, sementara kapasitas Pendapa Kembar Tegalyoso sekitar 800 orang.

Dari pantauan Solopos.com, ratusan orang yang datang ke tempat resepsi pernikahan. Termasuk 10 anggota keluarga besan asal Bogor, Jabar.

Rombongan keluarga besan diketahui telah menjalani swab antigen dengan hasil negatif Covid-19 di Jogja. Pelaksanaan resepsi pernikahan yang berlangsung dua sesi itu dipantau ketat anggota Satgas Covid-19 mulai tingkat desa, hingga kabupaten.

"Kami terapkan protokol kesehatan, mulai masuk dengan cuci tangan pakai sabun. Lalu dicek suhu tubuhnya. Wajib pakai masker dan menjaga jarak. Di sini, tamu tartir. Tidak disediakan tempat duduk sehingga datang langsung balik. Makanan dan minuman dibawa pulang," kata perwakilan Praktis Wedding Organizer Klaten, Taufik Hidayat, saat ditemui wartawan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kerja Sama dengan RS

Emak-emak naik bak pick up (Sumber: Twitter/AESTETICA_)
Emak-emak naik bak pick up (Sumber: Twitter/AESTETICA_)

Ia mengatakan sejumlah tamu undangan juga dilakukan tes usap antigen oleh Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten yang telah diajak kerja sama.

"Yang di-swab antigen secara acak ada lima orang [di setiap sesi]. Hasilnya, negatif Covid-19. Tamu undangan yang datang ke sini mulai pukul 11.00 WIB-12.00 WIB. Sedangkan prosesi pernikahan dimulai pukul 10.00 WIB," katanya.

Salah seorang perwakilan Satgas Covid-19 Tegalyoso, Kusmiyanto, turut memantau pelaksanaan resepsi pernikahan tersebut. Hasil pantauan satgas, resepsi pernikahan itu dinilai telah menaati protokol kesehatan.

"Kami pantau jumlah tamu dan waktunya. Untuk tamu dari luar daerah, kami cek juga hasil swab antigennya. Seluruhnya negatif Covid-19," katanya.

Hal senada dijelaskan Kepala Satpol PP Klaten, Joko Hendrawan. "Jangan sampai ada klaster hajatan. Makanya dilakukan swab antigen secara acak ke para tamu undangan atau pun keluarga pengantin. Jangan sepelekan protokol kesehatan. Di akhir pekan ini memang masih diberi toleransi menggelar resepsi pernikahan. Tapi mulai pekan depan, sudah tak diperbolehkan. Kalau nekat, akan dibubarkan," katanya.

Sebagaimana informasi, jumlah kumulatif kasus Covid-19 di Klaten hingga Jumat (25/6/2021) mencapai 12.215 kasus. Sebanyak 2.180 orang menjalani perawatan dan isolasi mandiri,9.315 di antaranya dinyatakan sembuh, 720 orang meninggal dunia.

Dapatkan berita Solopos.com lainnya, di sini:

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel