Kondisi AEON Saat Gempa Banten Terjadi, Warganet: Suasananya Kayak Ada Teroris

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Salah seorang warga Tangerang Selatan, Boma, 21 tahun, bercerita bahwa dirinya sedang berbelanja di AEON saat gempa Banten magnitudo 6,7 terjadi sekitar pukul 16.05 WIB pada Jumat sore, 14 Januari 2022.

Boma semula mengira para pengunjung ramai-ramai berhamburan keluar mal lantaran ada teroris. Tidak tahunya karena gempa.

"Sumpah! Tadi di AEON gw kira ada teroris, anjir!," kicau Boma di akun Twitter pribadinya, @bobombap.

Saat ditanyakan bagaimana kondisi di AEON, Boma, mengatakan, suasanya kayak di film-film bertemakan terorisme.

"Vibes-nya kayak ada mall shooter begitu. Aku mikiranya malah ada artis K-Pop datang. Ha ha ha," kata Boma kepada Liputan6.com melalui pesan singkat.

Sayangnya, pria yang berprofesi sebagai pilot ini tidak sempat merekam situasi AEON saat gempa terjadi. Menurut Boma, satpam gerak cepat menyuruh semua pengunjung keluar saat gempa terjadi.

"Aku posisinya bayar kasir belanjaan dan karena kebetulan enggak merasakan gempanya, jadi bingung," ujarnya.

Sementara itu, lewat unggahan Instagram Stories di akun pribadinya, dokter spesialis paru, dr Jaka Pradipta SpP, mengatakan, dirinya sedang memberikan edukasi kepada keluarga pasien di lantai 6 ICU.

"Lagi edukasi keluarga pasien di lantai 6 ICU, mendadak gempa. Langsung pindah ke bawah meja bareng-bareng sambil baca doa," tulisnya.

Sedangkan Rara, 33 tahun, mengaku dirinya mendadak membeku di dalam mobil ketika guncangan akibat gempa hari ini terasa.

"Aku dalam posisi bingung. Mau gerak ke mana. Panik juga soalnya. Akhirnya cuma bisa diam di dalam mobil, sambil berdoa," katanya.

Lima menit usai gempa berhenti, Rara pun bergegas tancap gas keluar dari lokasinya berada saat itu.

Infografis Rentetan Gempa di Cincin Api Pasifik

Infografis Rentetan Gempa di Cincin Api Pasifik. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Rentetan Gempa di Cincin Api Pasifik. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel