Kondisi angin tak menentu jadi tantangan atlet panahan PON Papua

·Bacaan 1 menit

Kondisi angin yang tidak menentu bakal menjadi tantangan bagi para atlet panahan yang berlaga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, ujar pelatih kontingen panahan Jawa Tengah Permadi Sandra.

"Angin muter jadi tantangan bagi atlet, tapi untuk layout ini (arena panahan) sudah sangat layak," ujar Permadi di Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Rabu.

Bagi Permadi, kondisi angin yang tak menentu ini menjadi keuntungan tersendiri, sebab para atlet bisa mengasah kemampuannya seperti menghitung jarak, kecepatan, serta arah angin.

Baca juga: Atlet panahan olimpiade masih jadi andalan daerah di PON Papua

Dengan begitu, kata Permadi, PON Papua bakal menjadi pengalaman berharga bagi para atlet untuk bisa menyesuaikan diri baik dalam kondisi angin maupun cuaca apapun.

Kondisi angin di Papua ini hampir mirip dengan Olimpiade Tokyo yang membuat Arif Dwi Pangestu mesti tersingkir pada babak pertama perorangan putra.

"Bisa dibilang seperti itu (keuntungan), artinya di dalam kondisi apapun atlet harus siap dengan kondisi cuaca dan angin lebih ekstrim. Itu memang tantangan bagi para pemanah untuk menyesuaikan dengan cuaca," kata dia.

Sebelumnya, cabang olahraga panahan telah memulai pertandingan PON XX Papua pada Rabu. Sejumlah atlet Olimpiade ikut bertanding membela daerahnya masing-masing.

Ada empat Olimpian yang ikut dalam PON XX Papua yakni Arif Dwi Pangestu (D.I Yogyakarta), Alviyanto Bagas Prastyadi (Jateng), Riau Ega Agata Salsabila (Jatim), dan Diananda Choirunisa (Jatim).

Baca juga: Atlet panahan Kalbar latihan pemantapan skill di Jayapura
Baca juga: Panahan Jabar targetkan 4 medali emas PON Papua
Baca juga: PB PON ajak masyarakat Papua manfaatkan setiap fasilitas olahraga

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel