Kondisi Covid-19 di Indonesia Terkini, Kasus Harian dan Aktif Alami Penurunan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan perkembangan situasi Covid-19 di Indonesia per Jumat (16/9). Mengacu data terkini, kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan. Namun begitu, program vaksinasi masih terus digencarkan pemerintah.

Dibandingkan dua minggu lalu, rata-rata harian kasus konfirmasi Covid-19 turun dari 4.078 menjadi 2.507 pada minggu ini. Kemudian kasus aktif Covid-19 juga mengalami penurunan dari 45.759 menjadi 32.480 dalam jangka waktu yang sama. Angka tersebut mengacu data tren rata-rata harian selama satu minggu (7DMA) pada dua minggu terakhir.

"Ini salah satu kabar yang menggembirakan bagi kita," ujar Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril saat konferensi pers mingguan, Jumat (16/9).

rsdc wisma atlet lockdown seusai temuan kasus omicron pertama
rsdc wisma atlet lockdown seusai temuan kasus omicron pertama

Selain kedua tren tersebut, data Covid-19 di Indonesia lainnya juga mengalami penurunan. Tren yang turun antara lain tingkat kematian (CFR), pasien dirawat, keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR), spesimen diperiksa, positivity rate, dan rasio kontak erat.

Tingkat kematian (CFR) turun dari rata-rata 2,48 menjadi 2,47. Lalu pasien yang dirawat menurun dari 3.988 jadi 3.340. Terjadi penurunan tren BOR dari 6,23 persen menjadi 5,32 persen.

Pada minggu sebelumnya, rata-rata harian spesimen diperiksa adalah 83.470. Sedangkan seminggu terakhir spesimen diperiksa rata-rata 65.242.

Begitu juga positivity rate pada dua minggu terakhir yang mengalami penurunan sebesar 1,83 persen. Yakni dari 10,48 persen menjadi 8,65 persen. Sama halnya rasio kontak erat dari 11,0 menjadi 8,0.

Sementara terkait vaksinasi Covid-19, telah diberikan sebanyak 436.571.380 dosis vaksin per Kamis (15/9). Angka tersebut merupakan akumulasi total dosis dari tiga tahapan vaksinasi.

Adapun pemerintah menetapkan sasaran vaksinasi Covid-19 kepada 234.660.020 masyarakat Indonesia.

Data per Kamis (15/9) menunjukkan, capaian vaksinasi dosis satu sebesar 86,90 persen dari angka sasaran. Dosis dua berada di angka 72,68 persen dan dosis tiga (booster) 26,45 persen.

vaksinasi covid 19 booster kedua
vaksinasi covid 19 booster kedua

Syahril mengungkapkan, pada populasi di atas 18 tahun diberikan booster ke-1, terbukti kadar antibodi naik empat hingga enam kali lipat. Karena itu, dia berharap angka capaian vaksin booster dapat terus naik.

"Booster ini betul-betul menjadikan antibodi meningkat sampai 6 kali lipat. Jadi kita berharap semua stakeholder memberikan dorongan percepatan booster kesatu ini. Sehingga kita mendapatkan antibodi yang lebih tinggi," katanya.

Dia menambahkan, pemerintah terus melakukan upaya agar program vaksinasi Covid-19 di Indonesia dapat terus berjalan. Terutama menggencarkan vaksinasi tahap tiga booster.

"Salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah mengkomunikasikan risiko-risiko kepada masyarakat. Agar memberikan dukungan dan mau untuk vaksinasi ketiga. Termasuk upaya menjemput bola. Mendatangi masyarakat yang mempunyai akses terbatas terhadap pelayanan kesehatan, khususnya vaksinasi," tutur Syahril.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [lia]