Kondisi gigi dan mulut yang terawat pengaruhi kesehatan organ dalam

Dokter gigi drg Nadia Widjaja dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menekankan pentingnya merawat mulut dan gigi sebagai salah satu upaya untuk menjaga kesehatan organ tubuh lainnya, karena mulut merupakan "pintu gerbang" masuknya segala sesuatu ke tubuh manusia.

Ia mengatakan, menjaga mulut dan gigi bisa dilakukan dengan hal sederhana, misalnya rutin menggosok gigi. Jika kesehatan mulut dan gigi diabaikan, maka akan muncul risiko penyakit lain di dalam tubuh pada kemudian hari.

"Gigi dan mulut adalah salah satu kunci untuk memiliki kesehatan tubuh yang optimal. Maka itu, sangat penting bagi kita untuk memulai kebiasaan menyikat gigi secara teratur dan rutin memeriksa kesehatan gigi dan mulut setiap enam bulan sekali.” ujar anggota PDGI Nadia Widjaja saat jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Baca juga: PDGI: Keterbatasan akses jadi kendala layanan kesehatan gigi & mulut

Nadia melanjutkan untuk merawat kesehatan gigi dan mulut juga dibutuhkan perawatan dalam setahun dua kali untuk membersihkan karang.

Selain itu melakukan sikat gigi dua kali dalam sehari di waktu pagi dan malam karena sumber penyakit berasal dari mulut maka dari itu pentingnya merawat gigi sejak dini.

"Bangun kebiasaan pada diri sendiri, dengan mentanamkan wajib sikat gigi apalagi di malam hari sebelum tidur," lanjutnya.

Secara global, sekitar 3,5 miliar orang menderita penyakit mulut yang dapat dicegah dan menimbulkan risiko kesehatan yang lebih serius seperti penyakit jantung, dan diabetes jika tidak diobati dan menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia.

Maka dari itu diperlukannya merawat kesehatan mulut dengan melakukan sikat gigi dengan cara yang benar.

"Sikat gigi terlalu kencang belum tentu bersih," ujarnya.

Nadia menjelaskan cara yang baik melakukan sikat gigi dengan gerakan memutar dengan keseluruhan permukaan gigi, untuk ukuran sikat gigi juga disesuaikan ukuran mulutnya.

Sementara itu, kondisi gigi dan mulut yang buruk pada perempuan hamil juga dapat menyebabkan persalinan prematur, berat badan lahir rendah, pre-eklamsia, gigi goyang, gigi berlubang, erosi, dan tumor kehamilan.

"Pada saat wanita lewat hormonal ketika sedang menstruasi dan hamil, gusi lebih mudah berdarah lalu bengkak nah maka dari itu harus membersihkan giginya lebih ekstra," katanya.

Baca juga: PDGI: Jumlah dokter gigi di Indonesia masih belum ideal

Baca juga: PB PDGI minta UKS aktif tingkatkan edukasi kesehatan gigi sejak dini

Baca juga: Empat guru besar dan doktor gigi UI raih gelar kepakaran dar PB PDGI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel