Kondisi Ibu Gorok Anak di Brebes Membaik, Segera Diizinkan Pulang

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - KU (35), ibu yang menggorok tiga anak kandungnya hingga salah seorang meninggal dunia di Tonjong, Brebes, telah dua pekan menjalani proses perawatan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Dr Amino Gondohutomo Semarang. Kondisinya dilaporkan membaik dan dalam waktu dekat diizinkan pulang untuk menjalani rawat jalan.

Terkait pemulangan agar pelaku nantinya akan diterima masyarakat, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan keluarga dan masyarakat sekitar. Sebab pemulihan kondisi psikis terduga pelaku tergantung kesepakatan bersama.

"Ini yang masih kami diskusikan, yang terpenting itu dari lingkungan sekitar mau menerima dulu ibu ini, sehingga membantu proses pemulihan kejiwaannya. Bila keluarga tidak menerima kita akan bahas selanjutnya, yang pasti itu tanggung jawab pemda bisa saja nanti kita tempatkan di rumah penampungan," jelasnya.

Alami Gangguan Jiwa

Sebelumnya, Polres Brebes mengungkap hasil pemeriksaan kejiwaan KU (35) yang menggorok tiga anak kandungnya di Tonjong Brebes pada Minggu (20/3) pukul 05.30 WIB. Perempuan itu dinyatakan mengalami gangguan jiwa sehingga masih dirawat di Rumah Sakit Jiwa Dr Amino Gondohutomo Semarang.

"Jadi hasil pemeriksaan dokter ahli jiwa, KU mengalami gangguan jiwa nyata. Dan saat ini terduga pelaku kita lakukan observasi lagi di Rumah Sakit Jiwa Dr Amino Gondohutomo Semarang. Menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana Pasal 44 apabila orang yang mengalami gangguan jiwa tidak dapat dihukum atau dipidana," kata Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto, Senin (18/4).

Tim medis kejiwaan RSUD Soeselo Slawi menyatakan KU yang telah diobservasi selama sebulan masih mengalami halusinasi seperti saat awal pemeriksaan. "Kondisinya sama seperti pertama kali dilakukan pemeriksaan masih sama mengalami halusinasi," ungkapnya.

Gangguan Kepribadian sejak Remaja

Dokter kejiwaan RSUD Dr Soeselo Slawi, dr Glorio Immanuel mengatakan, tim dokter kejiwaan di RSUD Dr Soeselo Slawi menyimpulkan KU mengalami gangguan jiwa berat.

"Sudah enam bulan terduga mengalami gangguan jiwa tersebut. Tapi ini sebuah rangkaian. Bahkan dari pemeriksaan lebih jauh, banyak kami temukan adanya gangguan-gangguan jiwa pada terduga sejak masa kanak-kanak sampai masa dewasanya. ibaratnya, ini adalah puncak dari gangguan jiwanya," jelasnya.

Penganiayaan dan pembunuhan anak kandung itu merupakan puncak dari gangguan jiwa KU. Sebab, berdasarkan pemeriksaan mental atau kejiwaan dan pemeriksaan kepribadian, perempuan itu sudah mengalami gangguan kepribadian sejak masih remaja.

"Jadi sewaktu masih remaja pelaku masih bisa mengendalikan gangguan kepribadiannya. Di mana saat jiwanya terganggu, ia masih bisa mengatur menjadi hal yang positif. Saat masih mampu mengendalikan gangguan itu, ia masih terlihat seperti orang normal," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel