Kondisi Kebun Binatang Indonesia Saat Wabah Corona Jadi Sorotan Dunia

Donny Adhiyasa

VIVA – Sebuah kabar mengemparkan tentang kondisi kebun binatang di Indonesia muncul di portal berita internasional. Hal tersebut cukup mengejutkan publik dunia yang menggambarkan situasi kebun binatang di Tanah Air saat pandemi corona.

Adalah situs berita asal Inggris, The Sun yang mengangkat hal tersebut pada Jumat 1 Mei 2020 saat pandemi corona masih jadi problem besar Indonesia.

Tak hanya itu, narasi yang coba dibangun dalam artikel berjudul “ZOO HORROR Thousands of animals face starvation at cesspit Indonesian zoo due to coronavirus and may end up eating each other” cukup mencengangkan.

Baca juga: Update Corona 3 Mei 2020: 11.192 Positif, 845 Meninggal

Dalam kalimat pembukanya, artikel tersebut sudah menggulirkan narasi negatif. “Ribuan hewan menghadapi kelaparan di kebun binatang Indonesia yang limbung karena virus corona dan akhirnya bisa saling memakan”.

Yang memunculkan pertanyaan dalam artikel tersebut, secara umum pemaparan tentang kondisi kebun binatang di Asia Tenggara dengan ada pula kondisi di Malaysia dan Thailand.


Kebun binatang Asia Tenggara memiliki reputasi buruk dalam memperlakukan hewan. Namun sayangnya hanya kondisi di Indonesia yang jadi fokus artikel tersebut.

Masih dari pemaparan artikel tersebut, macan Sumatera dan orangutan Kalimantan yang terancam punah adalah di antara ribuan hewan yang menghadapi kelaparan di kebun binatang Indonesia karena para penjaga tidak lagi mampu memberi makan mereka.

Baca juga: Tren Positif, Jumlah Pasien RS Wisma Atlet Mulai Berkurang

“Hewan-hewan hanya beberapa hari dari harus makan satu sama lain sebagai pilihan terakhir karena pembatasan virus corona pada pariwisata telah memusnahkan kebun binatang Asia Tenggara,” jelas artikel tersebut.

Enam puluh taman binatang tertutup yang menjadi rumah bagi sekitar 70.000 makhluk di Thailand, Malaysia dan Indonesia telah ditutup sejak pertengahan Maret dan sebagian besar mengatakan mereka hanya memiliki cukup makanan hingga pertengahan Mei.

Juru bicara Asosiasi Kebun Binatang Indonesia Sulhan Syafi'i mengatakan: "Kami harus mengandalkan kreativitas untuk bertahan hidup,” ungkap penjelasan di artikel tersebut.

"Jika beberapa bulan lagi berlalu dan kita tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah atau organisasi internasional lainnya, maka dengan berat hati kita harus memberi makan herbivora ke karnivora," tambahnya.

Petugas kebun binatang telah mengambil tugas mengumpulkan rumput dan tanaman untuk meningkatkan stok makanan bagi jerapah dan herbivora lainnya.