Update Kondisi Kekasih Brigadir J: Ada di Safe House, Merasa Terancam

Merdeka.com - Merdeka.com - Kuasa hukum, Vera Simanjuntak, Ramos Hutabarat mengatakan, kekasih Brigadir J tersebut sempat meminta perlindungan kepada lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK). Namun Batal untuk meminta perlindungan karena ada skema perlindungan.

"Kami jelaskan ke mereka tentang skema perlindungan dari LPSK, sehingga menjadi pertimbangan mereka," kata Ramos Hutabarat Kuasa hukum Vera Simanjuntak, saat jumpa pers di Kota Jambi pada Senin (01/8).

Dia menyampaikan, saat ini Vera diamankan di salah satu tempat yang aman atau safe house. Keluarga lainnya tidak bisa menghubungi Vera.

"Itu menjadi pertimbangan kami untuk melindungi klien kami Vera adalah perempuan," jelasnya.

Sehingga bahasa penasihat hukum menghalangi Vera meminta perlindungan LPSK adalah salah. "Itu tidak benar. Merasa terancam itu ada. Tidak nyaman. Misalnya karena bertemu dengan orang yang belum dikenal, termasuk awak media," jelasnya.

Menurutnya, pemberitaan Vera menjadi saksi kunci atau apapun itu, menjadi pertimbangan untuk meminta perlindungan. Tapi dia tidak tahu syarat-syaratnya.

Kemudian, kata Ramos, untuk saat ini kondisi Vera sehat. Tapi saat ini tidak bekerja lagi. Dia sedang dalam pengawasan keluarga.

Lebih lanjut, Ramos menambahkan, Vera layak mendapatkan perhatian khusus tim psikologi untuk memulihkan kliennya.

"Ya bagi kami selaku penasihat hukum, itu perlu. Tapi, kami sampaikan dulu ke dia. Kalau memang bersedia, nanti kami ajukan," katanya.

Namun, terkait pemeriksaan di Mapolda Jambi, handphonenya yang diambil untuk tim forensik dari Mabes Polri. Sehingga belum dikembalikan nanti akan ada hasil dan disampaikan ke publik.

"Jika tim penyidik memerlukan, Vera wajib memenuhi kewajiban tersebut agar perkara ini bisa terungkap,” tutupnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel