Kondisi saat Ini Disebut Hyper Realita

Syahdan Nurdin, GoenardjoadiGoenawan

VIVA - Kenyataan dalam hidup ini dibuat bias. Saat anda nonton film Bruce Lee saat itu Asian adalah tukang cuci piring, bell boy. Saat shooting film Green Hornet yang jago silat Bruce Lee, tapi dia hanya asistennya Green Hornet.

Semua artis hollywood dulunya Israel mulai dari Barbara Streisands sampai Wonder Woman. Sekarang John Wick 3 juga dibintangi dua aktor Indonesia, yaitu Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.

Ada hal menarik di film besutan sutradara Chad Stahelski. Kenapa?

Jangankan Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Sekarang ada penyanyi Amerika lagu lagu Didi Kempot. Kenapa? Karena hanya Cina dan Indonesia yang GDP pasca Covid bertumbuh. Realita dunia sekarang adalah Didi Kempot. Begitu gadis Amerika nyanyi Cendol Dawet seketika hati masyarakat tersentuh. Hai Ratna, dianggap dia lawan main Rhoma.

Pasca Covid

Banyak orang berpikir akan sadar dari hyper realita. Tidak beli tas ber merek, kopi mahal. Tidak.

Bahkan di neraka saat kerusuhan mereka menggunakan Adidas. Aigner. Rolex. Di neraka mereka pun berebutan Louis Vuitton. Ini sudah menjadi realita.

Bagaimana bisnis restoran dan foodservice pasca covid?

Ada yang bilang industri hotel 1.200 tutup dan ratusan restoran tutup. Iyalah. Restoran itu kalau dibuka pasti membludak.

Sekarang saja PSBB, begitu selesai PSBB 18 Juni ya membludak. Rakyat Indonesia penghasilan rata rata per hari $10 bagaimana selera kuliner mereka ditahan 4 generasi kakek, ayah, anak begitu ada cucu minta sozis.

Bagaimana mereka ditahan hanya dikasih karedok dan gado gado? Begitu lahir cucu, dikasih Silverqueen.

Coba tes, Anda ketemu ABG ditawari, karedok. Mau? Tidak lah. Pada saat income masuk $10 per hari gemuruh keinginan itu membara. Coba saja perhatikan keluhan mereka, ABG,

Duh sinyal lemot, sialan Telkomsel. Mama kirim kuota dong, mana uplod tugas akhir lagi. Breng!?"#!!'"# pas uplod tugas kelompok semua ngaku kuota abis. Dasar.

Kebutuhan mereka itu sudah ibarat ayam dilepas. Tidak mungkin restoran tutup. Kenapa? Kebutuhan uang sudah menjadi alat kontrol masyarakat.

Coba lihat di Republik Indonesia. Begitu ada BLT mereka diam dan menyusup belanja baju.Pemerintah bilang harus untuk sembako, iya iya. Malam dikit ke Ramayana.

Bagaimana bila tidak ada BLT? Anda pikir kenapa Gofood baik-baik mengantar martabak? Kenapa tidak dia cicip saja? Karena ada kebutuhan uang. Bila tidak, Anda jangan harap martabak anda selamat.

Coba perhatikan bila di USA tidak ada BLT mereka ambil jarah Adidas!

Kebutuhan uang sudah seperti 4 ta, harta, wanita, tahta, dan kuota. Terserah deh. Tanpa 4 ta apalagi tidak ada kuota tuh anak bisa persis korban narkoba. Fly.  (Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM, Alumni IPB Teknologi Pangan, dan Magister Manajemen Universitas Indonesia Lulus 1989)