Kondisi Terkini Mahasiswa yang Dibanting Oknum Polisi Saat Demo di Tangerang

·Bacaan 2 menit
MFA (20), mahasiswa yang menjadi korban oleh oknum Polisi Brigadir NF saat aksi unjuk rasa HUT Kabupaten Tangerang, menjalani pemeriksaan menyeluruh kesehatan di rumah sakit.

Liputan6.com, Jakarta - MFA (20), mahasiswa yang menjadi korban oleh oknum Polisi Brigadir NF saat aksi unjuk rasa HUT Kabupaten Tangerang, menjalani pemeriksaan menyeluruh kesehatan di rumah sakit.

MFA dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan intensif. Pada unggahannya di Instagram resmi Polresta Tangerang, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengantarkan korban ke rumah sakit.

"Saudara MFA dibawa ke rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan dan ditangani oleh dr Florentina," ungkapnya, Rabu (13/10/2021).

Hasilnya, MFA dalam keadaan kesadaran composmentis atau sadar penuh. Lalu diperiksa fisik pun baik dan suhu badan normal.

Kapolresta mengaku akan bertanggungjawab penuh atas kesehatan MFA. "Serta akan bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan kesehatan saudara MFA," katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, MFA menjadi korban oknum polisi saat aksi unjuk rasa pada saat HUT Kabupaten Tangerang di Komplek Pemkab Tangerang. Pada video yang beredar, MFA dibanting ke trotoar hingga membuatnya kejang-kejang dan mengalami sakit dibagian pinggang, punggung dan lehernya.

Polisi pun berjanji akan mengusut tuntas kejadian tersebut dan menyerahkan proses penyelidikan ke Propam Mabes Polri.

Kapolda Minta Maaf

Kapolda Banten, Irjen Rudy Heriyanto menemui MFA beserta orangtuanya, dan meminta maaf secara langsung ke mahasiswa yang dibanting oleh anggota Polresta Tangerang. Mereka bertemu, berbincang dan meminta maaf di Mapolresta Tangerang.

Permintaan maaf Kapolda Banten untuk mahasiswa yang dibanting diunggah oleh akun resmi Instagram @polreskotatangerang.

Dalam foto yang diunggah, korban MFA duduk bersebalahan dengan orangtuanya. Kemudian di hadapannya, duduk Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto, Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro dan Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga.

"Kapolda Banten meminta maaf secara langsung kepada sdr MFA dan orangtuanya atas tindakan pengamanan oknum Polresta Tangerang yang tidak prosedural dan akan menindak tegas setiap pelanggaran prosedur pengamanan aksi unjuk rasa," begitu tulis unggahan tersebut, dikutip Liputan6.com, Rabu, (13/10/2021).

Permintaan maaf kepada mahasiswa yang dibanting dari Kapolda Banten juga disampaikan oleh Kapolresta Tangerang, Kombes Wahyu Sri Bintoro, di kantornya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel