Kondusif, 350 personel TNI-Polri tetap berjaga di Sigi

MERDEKA.COM, Polisi menyatakan keamanan di lokasi bentrok di Desa Pombeve, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kondusif setelah terjadi tawuran antarwarga, Jumat (30/11). Namun, 350 personel TNI dan Polri tetap berjaga untuk mengantisipasi gangguan keamanan.

"Kami mengimbau kepada warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu menyesatkan. Warga diminta tetap tinggal di rumah, tidak usah mengungsi karena kondisi sudah kondusif," kata Kapolres Donggala AKBP Sururi di Donggala seperti dilansir Antara, Minggu (2/12)

Sururi mengatakan aparat keamanan juga telah melakukan razia ke rumah-rumah warga untuk menyita senjata yang diduga digunakan saat bentrok. Bentrok itu yang melibatkan warga desa bertetangga yakni Dusun I dan Dusun II itu menyebabkan seorang tewas, dua luka, dan sebuah rumah dibakar.

"Belasan senjata yang disita antara lain parang, senapan angin, busur, anak panah dan senjata api rakitan," ujar dia.

Sururi mengimbau kepada warga untuk menyerahkan senjata secara sukarela kepada aparat keamanan demi menjaga ketertiban bersama.

Sebelumnya, bentrok yang menewaskan seorang warga bernama Warfan itu dipicu oleh pertikaian pemuda dari Dusun I dan Dusun II pada Kamis malam (29/11). sebenarnya pertikaian akan diselesaikan oleh tokoh masyarakat setempat.

Namun, saat acara perundingan berlangsung, keributan justru memuncak dan tokoh masyarakat tidak bisa menguasai keadaan.

Sejumlah warga yang emosi langsung menghujamkan senjata tajam secara membabibuta. Nahas, Warfan tewas akibat luka berat di kepalanya. Sementara, dua warga lainnya terluka akibat terkena sabetan parang.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.