Koneksi Internet Indonesia Lemot, Padahal Penggunanya Terbesar se-Asia

Lazuardhi Utama, Novina Putri Bestari

VIVA – Facebook menyebutkan bahwa Indonesia memiliki jumlah pengguna internet yang besar dibandingkan masyarakat Asia secara keseluruhan. Jumlahnya sekitar 66 persen rumah tangga di Indonesia ketimbang pengguna rata-rata masyarakat Asia, yaitu 60 persen.

Sayangnya, menurut Head of Connectivity and Access Policy Facebook Asia Pacific, Tom Harghess, kecepatan internet di Indonesia masih lebih lambat dibandingkan rata-rata wilayah regional. Lantas, apakah Indonesia sudah siap punya internet yang cepat?

"Harus siap. Saat Anda melihat apa yang terjadi pada ekonomi di beberapa tahun ke depan dan ambisi membentuk industri 4.0 dengan 5G dan internet of things (IoT) dengan augmented reality, virtual reality, serta robot," kata Harghess, saat konferensi pers virtual, Rabu, 1 Juli 2020.

Ia juga menuturkan untuk mengimplementasikan teknologi tersebut harus membuat kecepatan internet yang tinggi. Sebabnya, karena jaringan internet cepat merupakan fondasi dari itu semua.

“Pada intinya adalah untuk bisa memanfaatkan revolusi teknologi yang menjadi bagian dari industri 4.0," jelasnya.

Harghess mengingatkan untuk memiliki akses internet cepat ke seluruh Indonesia membutuhkan kerja sama antar pihak. Untuk mewujudkannya, Facebook Connectivity memiliki empat program.

Ada Internet I01, yaitu hasil kerja sama dengan PT Indosat Ooredoo Tbk untuk meluncurkan kampanye nasional yang bertujuan meningkatkan adopsi internet seluler di Tanah Air. Selain itu, Terragraph juga menyediakan teknologi alternatif cepat, terjangkau, dan mudah digunakan untuk kabel serat optik.

Terragraph mendukung penggunaan akses nirkabel tetap, wifi publik, serta menyediakan konektivitas yang mendasari layanan kota pintar atau smart city.

Program lainnya adalah Express Wifi, yaitu platform perangkat lunak oleh Facebook yang bisa membantu penyedia layanan dan operator jaringan seluler untuk membangun, mengoperasikan, menumbuhkan dan memonetisasi bisnis wifi secara berkelanjutan.

Terakhir, Jaringan Transportasi Terbuka antara Facebook dengan Alita bekerja sama membangun kabel fiber. Peluncuran kerja sama ini sudah dilakukan sejak Maret 2020 dengan tujuan menghubungkan sekitar 1.000 titik di wilayah Jawa dan Bali, Kalimantan, serta Sulawesi.

"Kami membangun kabel fiber sepanjang 3.000 km. Ini adalah investasi terbesar Facebook di Asia. Saat proyek selesai maka kabel fiber akan menyediakan kecepatan internet yang tinggi untuk lebih dari 10 juta pengguna," ungkap Herghess.