Konferensi Internasional Islam-Kristen Asia Akan Dilangsungkan di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Agama diharapkan bisa memberikan sumbangan bagi peradaban manusia yang lebih besar. Agama juga diharapkan mampu mewujudkan keadilan dan menjawab permasalahan bersama.

Pasalnya, agama di berbagai bidang, justru merupakan sumber konflik yang menyebabkan kerugian bagi umat itu sendiri.

Untuk itu, International Conference of Islamic Scolars (ICIS) akan bekerja sama dengan Koferensi Wali Gereja di Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyelenggarakan The Conference of Muslim-Christians Religious Leaders of Asia.

Konferensi yang mengambil tema 'Bringing A Commom Word Between Us and You' itu juga didukung oleh Federas Bishop Asia (FABC) dan Konferensi Kristen Asia (CCA).

M. Nashihin Hasan, Ketua pelaksana, mengatakan konferensi tersebut dapat meningkatkan relasi personal para tokoh Muslim dan Kristen sehingga masing-masing pemimpin dapat secara terbuka melakukan aksi bersama untuk menuntaskan persoalan keadilan dan konflik ekonomi sosial yang ada.

"Ini ajang dialog agama dan penyampaian wacana yang dapat dikembangkan menjadi sebuah aksi bersama para tokoh agama dalam menjawab problem keadilan dan persoalan perdagangan manusia yang menjadi masalah besama Asia saat ini," ujar saat temu wartawan, di Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Konferensi tersebut akan dihadiri 152 pemimpin agama dari 20 negara Asia. Menteri Agama RI Suryadharma Ali direncanakan akan didapuk membuka acara. Konferensi yang berlangsung selama lima hari itu akan menampilkan pembicara-pembicara dari berbagai negara dengan keynote speaker (pembicara kunci) Ali Asghar Engineer.

Pembicara lainnya adalah Arbishop Ferdinand Capalla (Filipina), Arbishop Felix Macado (Hongkong), KH. Hasyim Muzadi (Sekjen ICIS), Din Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Komarudiin Hidayat, Prof. Dr. Azyumardi. Acara tersebut akan berlangsung dari 25 Februari-1 Maret 2013 di Hotel Acacia, Jakarta Pusat.

Klik:

  • Nasib Angelina di DPR Tunggu Keputusan Anas
  • Partai Demokrat Malas Tanggapi Hasil Survei L...
  • Jokowi Capres Teratas, Generasi Sunset Dimint...
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.