Konflik Horizontal di Daerah karena Pemilih Belum Cerdas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Senator asal Provinsi Maluku Utara, Abdurachman Lahabato menilai konflik yang terjadi di daerah akibat dari kisruh pemilihan kepala daerah dikarenakan masyarakat belum cerdas sebagai pemilih.

"Konflik horizontal yang terjadi selama ini akibat dari kita belum memiliki pemilih yang cerdas," kata Abdurachman, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (7/6/2013).

Abdurachman mencontohkan, belum cerdasnya pemilih dalam pemilihan kepala daerah yang berujung konflik horizontal, misalnya belum menghormati pilihan orang lain. Seharusnya pemilih yang kalah, dapat menghormati hasil pemilihan kepala daerah apabila calon yang ia pilih kalah.

"Itu yang belum terjadi di negeri ini," katanya.

Lebih lanjut Abdurachman mengatakan, harus memiliki institusi untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang bagaimana sebagai pemilih yang baik. Yaitu menjadikan masyarakat dapat menghormati kekalahan calon yang ia pilih apabila memang menurut penghitungan kalah.

"Itu upaya mencegah konflik horizontal," katanya.

Baca Juga:

  • 222 Lokasi di Aceh Rawan Konflik
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.