Konflik Lahan Cinta Manis, BUMN Serahkan ke PTPN VII  

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

TEMPO.CO, Jakarta - Terkait meletusnya konflik di perkebunan tebu Cinta Manis di lahan PT Perkebunan Nusantara VII, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada manajemen perusahaan.

"Kami konsisten dengan mendukung kebijakan perusahaan," ujar Deputi Bidang Industri Primer Kementerian BUMN Muhammad Zamkhani ketika dihubungi pada Ahad, 29 Juli 2012.

Sikap konsisten BUMN, menurut dia, adalah dengan menolak berkompromi kepada warga. "Soal lahan, BUMN tidak akan bagi-bagi kepada warga," kata Zamkhani.

Ia mengimbau PTPN VII untuk memperkuat personel keamanan, baik dari polisi maupun militer. Mengenai adanya kemungkinan meningkatnya potensi konflik akibat marahnya warga terhadap aparat, Zamkhani tidak mengkhawatirkan hal tersebut. "Makanya kita perkuat, kalau memang warganya berbuat kerusuhan, kan harus diredam," katanya.

Mengenai solusi selain memperkuat keamanan, Zamkhani tidak yakin akan berhasil. Manajemen PTPN VII sudah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada warga untuk berdamai. "Kalau sudah tidak bisa dengan cara persuasif, ya kami kan harus antisipasi dengan memperkuat keamanan," ujarnya.

Sejauh ini, Zamkhani belum memperoleh informasi apakah akan ada pihak Kementerian BUMN yang datang langsung meninjau ke lokasi konflik. "Saya juga belum tahu, Pak Menteri akan ke sana atau tidak," kata dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa prihatin terhadap adanya warga yang tewas dan luka-luka pada saat terjadinya konflik. "Sudahlah, jangan lagi berkonflik," Zamkhani menutup pembicaraan.

Bentrokan terjadi berawal dari laporan perusahaan perkebunan tebu Cinta Manis PTPN VII, yang kehilangan pupuk sebanyak 127 ton di rayon tiga pada 17 Juli 2012.

Saat personel Polda Sumatera Selatan dan Polres Ogan Ilir mengadakan olah TKP dan patroli serta dialog dengan warga, situasi cukup kondusif. Namun, ketika iring-iringan anggota dari Polres, yang terdiri atas penyidik, intel, sabhara, dan Brimob tiba, mereka diserang warga secara membabi buta.

Adapun peristiwa penembakan terhadap warga Desa Limbang Jaya oleh personel Brigade Mobil ini terjadi pada Jumat sore, 27 Juli 2012. Insiden tersebut mengakibatkan seorang anak berumur 12 tahun, Angga bin Darmawan, tewas tertembak di bagian kepala. Lima warga lainnya ikut tertembak dan kritis.

SATWIKA MOVEMENTI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler