Konflik Puan dan Ganjar, FX Rudy: Harus Dewasa Berpolitik

·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak diundang dalam acara pengarahan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang diikuti struktur partai dan inspeksi rangkaian penutupan HUT PDIP ke-48, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 22 Mei 2021. Hal itu memunculkan isu konflik Puan Maharani dan Ganjar Pranowo.

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menyayangkan sikap dari petinggi partai yang tidak mengundang Ganjar Pranowo.

Mantan Wali Kota Solo yang akrab disapa Rudy itu menyarankan kepada elit PDIP untuk segera memanggil Ganjar Pranowo. Menurutnya, jika Ganjar Pranowo salah ada baiknya segera diselesaikan secara internal.

"Saya berharap ketua DPD segera memanggil Pak Ganjar. Kalau memang salah ya diingatkan, bertemu langsung, dalam forum rapat, " kata Rudy di Solo, Senin, 24 Mei 2021.

Dia menyarankan agar masalah rivalitas calon presiden Pilpres 2024 tidak perlu diperuncing. Terlebih lagi semua keputusan tentang capres berada di Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Biarpun ada ambisi, kalau partai tidak memberi rekomendasi ya nggak akan bisa maju jadi capres. Kemudian ada survei dari lembaga survei, menurut saya ya sah-sah saja. Nanti semua keputusan pada ketum. Saya sebagai kader punya komitmen pada Ketum dan PDIP, " ujarnya.

Menurutnya, sesuai dengan ideologi dari PDIP, yakni Pancasila maka konflik seperti ini harus diselesaikan dengan musyawarah. Ia menyebutkan jika anak ideologis Bung Karno masalah seperti ini bisa dengan mudah diselesaikan.

"Nggak perlu begitu, harus dewasa berpolitik lah. Mau saingan atau tidak, namanya Mas Ganjar itu Gubernur Jateng dan ditugaskan Ketum kok. Tidak ada alasan nggak diundang, karena kemarin itu agendanya konsolidasi dan pemantapan untuk Jawa tengah, padahal 2024 itu kan kepentingan besar. Kalau sekarang sudah berantem sendiri ya nggak selesai-selesai, berantemnya ya di dalam saja," ujarnya.