Konflik Qatar dengan Arab Saudi, Bos Paris Saint-Germain Jadi Korban

·Bacaan 1 menit

VIVA – Bos Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khealifi menjadi korban kejahatan siber. Kontak di telepon genggamnya kena bobol.

Marca melansir, para pelaku menggunakan platform spyware untuk meretas detail pribadi Al-Khealifi. Yang digunakan adalah nomor telepon rumah Direktur Komunikasi klub Ligue 1, Jean-Martial Ribes.

Hal ini diungkap oleh surat kabar Prancis, Le Monde. Mereka mengklaim serangan tersebut sebenarnya sudah terjadi pada akhir 2018.

Yang menarik, masalah ini bukan muncul karena PSG sebagai klub, melainkan adanya konflik diplomatik antara Qatar dengan Arab saudi.

Salah seorang narasumber yang disembunyikan identitasnya mengakui jika beIN Media Group yang dijalankan oleh Al-Khelaifi sering jadi target sasaran semacam itu.

"Peretasan berbahaya dan ancaman terhadap bisnis kami, dan orang-orang kami adalah kenyataan sehari-hari," demikian pernyataannya.

"Kami telah mengetahui tentang serangan siber terhadap beIN Sports dan karyawannya oleh entitas tertentu selama bertahun-tahun."

"Selama ini, beIN telah bergabung dengan advokat hukum dan banyak organisasi internasional untuk memerangi pembajakan dan menegakkan supremsi hukum."

"Namun, serangan canggih terhadap kepentingan dan reputasi kelompok kami juga telah ditandai dengan kampanye kotor, sabotase kriminal, tuntutan hukum palsu, dan serangan dunia maya terhadap pimpinan kami."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel