KONI Kaltim distribusikan peralatan latihan tanding atlet untuk PON

·Bacaan 1 menit

KONI Provinsi Kalimantan Timur telah mendistribusikan sejumlah peralatan latihan dan tanding bagi atlet-atletnya yang akan berlaga di PON XX Papua.

Ketua Tim Pemeriksa Peralatan KONI Kaltim Rusdiansyah Aras mengatakan pihaknya telah membagikan peralatan latihan dan tanding tersebut kepada sejumlah cabang olahraga secara bertahap.

Ia mengatakan pengadaan peralatan ini harus melalui beberapa tahapan sebelum diserahkan ke masing-masing cabang olahraga.

"Sampai sejauh ini, dari beberapa peralatan yang sudah kita bagikan tidak ada masalah. Artinya, cukup sesuai seperti keinginan dari cabor," jelas Ketua Tim Pemeriksa Peralatan KONI Kaltim Rusdiansyah di Samarinda, Rabu.

Baca juga: KONI Kaltim: atlet jalani "try out" di dalam negeri jelang PON Papua
Baca juga: Kaltim mulai pemusatan latihan menuju PON Papua

Meski demikian, ia mengakui ada beberapa alat yang mengalami keterlambatan distribusi, salah satunya, yaitu peralatan untuk cabor hoki.

"Karena waktunya sudah mepet sekali, jadi semoga bisa segera kita terima barangnya. Jadi, atlet juga bisa menyesuaikan diri dengan peralatan baru," tutur Wakil Ketua IV KONI Kaltim tersebut.

Sementara itu, terkait tuntutan dari pelatih angkat berat Kaltim Susanto yang menyebut soal spesifikasi wajib yang harus dipenuhi sebagai syarat untuk bisa mengikuti pertandingan, Rusdiansyah mengaku belum bisa memastikannya.

Ia mengungkapkan bahwa yang bisa menentukan spesifikasi, termasuk standar peralatan tersebut, adalah pihak cabor melalui pelatih dan tim teknisnya.

"Makanya, saya sebagai yang menerima barang, minta dihadirkan juga perwakilan cabor dan penyedia jasanya. Kita tahunya ini ada 10 unit, ya, memang sejumlah itu, yang bisa menentukan spesifikasinya, sesuai atau tidak, adalah cabor," pungkas Rusdiansyah.

Baca juga: Kontingen Kaltim untuk PON Papua membengkak
Baca juga: Tim panjat tebing Kaltim gelar simulasi pertandingan jelang PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel