KONI Papua buka opsi gelar PON XX tanpa penonton

Bayu Kuncahyo
·Bacaan 2 menit

Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya mengatakan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun ini tanpa penonton menjadi salah satu opsi agar pesta olahraga nasional tersebut tetap bisa berlangsung di tengah pandemi COVID-19.

“PON kali ini sedikit berbeda karena berada di tengah pandemi COVID-19. Saya tidak tahu apakah nanti penyelenggaraannya akan mengizinkan adanya penonton atau tidak...” kata Kenius dalam laman resmi PON Papua dikutip pada Sabtu.

“Kalau kemudian digelar tanpa penonton, maka atlet-atlet kita itu harus menyiapkan diri dengan baik untuk bisa menjadi juara,” ujar dia menambahkan.

Baca juga: Atlet PON Papua masuk prioritas penerima vaksin COVID-19
Baca juga: Menpora akan upayakan vaksinasi COVID-19 bagi atlet PON Papua

Kenius mengakui bahwa kehadiran penonton di PON sangat penting guna memberikan semangat kepada atlet yang bertanding. Jika PON digelar tanpa penonton hal itu menurutnya akan berpengaruh pada penampilan mereka.

Meski demikian, ia meminta agar para atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan daerah tetap mematangkan persiapannya dengan maksimal.

Opsi menggelar PON Papua tanpa penonton sebelumnya dilontarkan oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. Dia mengungkapkan bahwa penyelenggaraan PON Papua tanpa penonton bisa menjadi pilihan alternatif seandainya situasi pandemi virus corona tak kunjung membaik.

“Kita harus mempersiapkan skenario lainnya apabila dalam masanya nanti PON tidak bisa digelar dengan kehadiran penonton,” kata Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.

Namun dengan adanya program vaksinasi COVID-19 yang saat ini sedang digencarkan pemerintah, Marciano berharap situasi pandemi di Indonesia akan semakin membaik. Apalagi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga sudah mengusulkan agar para atlet juga mendapat prioritas vaksinasi.

Program vaksinasi COVID-19, menurutnya, menjadi pertimbangan positif bagi KONI Pusat agar dapat menyelenggarakan PON Papua sesuai rencana pada 2-13 Oktober.

“Kita harus mencari jalan keluar bagaimana menyelenggarakan event olahraga di masa COVID-19 ini. Olahraga kita di tahun 2020 terhenti sudah cukup lama dan kita harus cari solusi. Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan, maka dari itu saya ingin mencari solusinya. Saya yakin kita bisa menemukan itu,” pungkas Marciano.

Baca juga: Atlet PON Papua TC terpusat di Stadion Mandala
Baca juga: Venue panahan PON Papua rampung pada April 2021
Baca juga: Papua pastikan kesiapannya gelar PON 2021, Torang Bisa!


#satgascovid19
#ingatpesanibu
#pakaimasker
#jagajarak
#vaksincovid19