KONI Papua imbau protes dari kontingen agar diajukan sesuai aturan

·Bacaan 1 menit

Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Kenius Kogoya mengimbau protes dari kontingen dalam pertandingan olahraga dalam PON Papua bisa diajukan mengikuti aturan yang berlaku.

Cara itu dilakukan agar protes bisa ditangani dengan baik dan sesuai alur yang telah ditetapkan dalam kontestansi olahraga nasional terbesar itu.

"Anjurkan protes dengan cara yang legal, dewan juri pun harus menerima setiap protes yang diajukan oleh kontingen mana pun. Tidak boleh pilih kasih," kata Kenius di Istora Papua Bangkit seusai menenangkan masyarakat, Senin.

Hal itu disampaikannya di lokasi berlangsungnya kompetisi senam aerobik yang sempat diwarnai protes keras dari kontingen Papua.

Diduga ada pengurangan nilai yang dilakukan oleh dewan juri sehingga ofisial pun melakukan aksi tersebut.

Kenius memastikan perlombaan untuk nomor senam aerobik yang belum dilombakan tetap digelar Selasa esok.

Baca juga: Ada protes keras, penyerahan medali senam aerobik PON Papua ditunda

Dia pun mengajak seluruh pendukung dan peserta pertandingan baik ofisial maupun atlet tetap menjaga suasana kompetisi PON Papua aman dan kondusif.

"Perlombaan pasti tetap dilanjutkan, mari jaga keamanan bersama agar berlangsungnya PON ini secara khusus di senam bisa berjalan aman, damai, hingga selesai," kata Kenius.

Sebelumnya, protes keras dilakukan oleh tim ofisial dari Papua dari cabang olahraga senam aerobik dan akhirnya menunda berlangsungnya upacara penyerahan medali.

Hasil akhir pun belum dirilis secara resmi oleh panitia pelaksana dan akan diumumkan besok berbarengan dengan pemberian medali untuk dua nomor lainnya yang belum dipertandingkan.

Hari ini dua nomor dipertandingkan dalam cabang ini pada nomor perorangan putri dan perorangan putra.

Baca juga: Dua nomor senam aerobik PON Papua mulai dipertandingkan


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel