KONI Pusat beri penghargaan untuk 'Bapak Pencak Silat' Eddie Marzuki

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman memberikan penghargaan KONI Lifetime Achievment Award In Sports kepada Bapak Pencak Silat Dunia Eddie Marzuki Nalapraya.

Dalam penyerahan yang dilakukan di kediaman Eddie Marzuki di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Selasa, Marciano mengungkapkan jasa Eddie Marzuki terharap olahraga di Indonesia, khususnya pencak silat sangat besar.

"Ini merupakan apresiasi kami kepada kerja keras dalam memasyarakatkan pencak silat ke seluruh dunia. Terima kasih bapak Eddie Marzuki Nalapraya, semangat Anda selalu menjadi inspirasi kami semua," kata Marciano dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Pencak silat Indonesia juara umum kejuaraan dunia di Malaysia

Eddie tak kuasa menahan haru atas penghargaan yang diberikan tersebut. Dia mengatakan sudah menjadi kewajiban melestarikan budaya bangsa.

"Kehormatan bagi saya, pertama kali saya didatangi oleh pimpinan KONI Pusat, terima kasih banyak," kata Eddie.

Kecintaan Eddie kepada silat sudah sejak lama. Sebagai salah satu pejuang yang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada Agresi Militer Belanda 1947, Eddie mulai tertarik dengan kemampuan silat pejuang lainnya dalam melawan penjajah.

Dia pun kemudian bersahabat dengan kalangan silat dan menekuni seni bela diri itu. Dia juga pernah menjabat Ketum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) 1981-2003.

Baca juga: Wagub Jabar: Pencak silat topang Indonesia Emas 2045

Eddie berperan penting dalam upaya membuat pencak silat diakui The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda.

Berkat perjuangannya, pencak silat resmi masuk daftar UNESCO pada 12 Desember 2019 melalui kegiatan Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kolombia.

Kala itu, Eddie mengemban amanah sebagai pembina Tim Pencak Silat Road to UNESCO dan Olympic tahun 2014-2019.

Jauh sebelum itu atau pada 1980, Eddie turut serta membentuk Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (Persilat).

Beberapa organisasi pencak silat dari negara lain yang sudah ada antara lain, Persekutuan Silat Singapore (Persisi), Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (Pesaka) dan utusan dari Brunei Darusalam.

Pada tahun terbentuknya Persilat, Eddie terpilih sebagai presiden. Setelah itu tepatnya pada 1987, pencak silat dipertandingkan di SEA Games.

Kompetisi pencak silat juga diupayakan hadir di negara lain. Pada 2008, Eddie menggagas Kejuaraan Pencak Silat di seluruh Eropa dan dia ditetapkan 'Bapak Pencak Silat Eropa di Swiss’.

Baca juga: Dubes RI: Pencak silat alat promosi seni budaya Indonesia di Jepang