KONI Pusat gandeng UGM untuk implementasikan DBON

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai upaya mengimplementasikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Wakil Rektor bidang Riset, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama Ignatius Susatyo WijoyoRektor UGM mewakili Rektor Prof. Ova Emilia telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) di Gedung Rektorat Kampus UGM, Yogyakarta, kemarin.

"Dukungan perguruan tinggi terhadap olahraga itu merupakan satu hal yang sangat positif dan betul-betul ditunggu oleh KONI Pusat maupun pengurus cabang olahraga dan KONI provinsi seluruh Indonesia," kata Marciano.

Perguruan tinggi, lanjut Marciano, menjadi strategis karena kemampuan dalam mengembangkan sports science yang turut mengantarkan atlet pada performa terbaik.

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan juga mengamanatkan perguruan tinggi mendukung pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi.

Pada sisi lain, Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat) juga dapat berkontribusi besar kepada peningkatan kualitas pembinaan olahraga di Tanah Air.

"Ke depan, kami harapkan dukungan Universitas Gadjah Mada ini akan mengantar atlet-atlet meraih cita-citanya mengibarkan Sang Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya pada setiap kemenangan di ajang yang mereka ikuti," ujar Marciano.

Baca juga: KONI Pusat siapkan program kerja 2022 yang selaras dengan tujuan DBON

"Keterlibatan UGM diharapkan mampu mendukung prestasi atlet Indonesia di kancah dunia. Sasaran kita ini melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) adalah masuk peringkat 5 besar Olimpiade menjelang 100 tahun kemerdekaan Indonesia," kata Marciano menambahkan.

Lebih dari itu, atlet Indonesia pun berhak mendapatkan pendidikan dan mengejar cita-citanya usai pensiun sebagai atlet.

"Kesejahteraan pelaku olahraga setelah mereka tidak pada puncak performa, tentunya pendidikan yang akan mengantar mereka, pendidikan yang akan menyejahterakan mereka," ujar Marciano seraya mengucapkan terima kasih atas atensi UGM terhadap olahraga.

Sementara itu, Ignatius Susatyo menilai olahraga penting bagi Bangsa Indonesia. "Olahraga salah satu pemersatu bangsa. Olahraga yang bisa mempersatukan Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Pembinaan DBON jangan terburu-buru mengejar prestasi

Dia juga mengungkapkan olahraga perlu mendapat dukungan dari ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Olahraga tanpa ilmu pengetahuan hanya sekadar olahraga, kalau mau berprestasi harus ada teknologi dan risetnya. Kalau dengan niat yang sungguh-sungguh, olahraga di Indonesia pasti bisa berprestasi," ujar Susatyo menambahkan.

Dalam kesempatan ini, dia juga mengatakan UGM menerima mahasiswa dari jalur atlet berprestasi.

"Kami dari UGM dengan sangat senang hati untuk menerima atlet berprestasi menjadi bagian dari kami dan akan memberikan yang terbaik juga buat mereka, bukan hanya dari sisi pembelajaran tapi juga pendampingan, bimbingan supaya secara prestasi atlet mereka tetap menjadi hebat dan masa depan mereka lebih terjamin dengan kemampuan mereka di bidang pendidikan," pungkas Susatyo.

Baca juga: Presiden Jokowi minta Menpora konsisten terapkan DBON
Baca juga: Menko tekankan perlunya pembentukan tim koordinasi guna percepat DBON