KONI Pusat harapkan peran BUMN dalam tingkatkan prestasi olahraga

Fitri Supratiwi
·Bacaan 2 menit

KONI Pusat mengharapkan BUMN agar turut aktif dalam melakukan pembinaan atlet demi peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

Sekretaris Jenderal KONI Pusat Ade Lukman mengatakan kerja sama antara BUMN dengan cabang olahraga nantinya harus saling menguntungkan.

“Jangan sampai BUMN tidak diberi keuntungan apa pun. Dan keuntungan tidak harus berupa materi," kata Ade Lukman dalam Seminar Olahraga Nasional yang digelar Siwo PWI Pusat di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Olahraga masuk proyek strategis, Kementerian BUMN dukung sport tourism

Ade menyebut beberapa cabang olahraga di luar negeri banyak diajak untuk bekerja sama memasarkan salah satu produk.

Di Eropa misalnya, perusahaan mobil truk memilih klub rugy asal Selandia Baru, "All Black", untuk dijadikan sebagai mitra dalam mempromosikan produk mereka.

“Apa yang diuntungkan dengan menggaet "All Black"? Terlihat bahwa sales penjualan mobil truk itu meningkat tajam," ujar Ade.

"Hal seperti ini harus saling menguntungkan. Bagaimana memberikan keuntungan dari bapak angkat. Kalau sudah terjalin kerja sama, kami yakin bisa berikan kontribusi dan prestasi yang besar di tingkat internasional. KONI Pusat ingin menghadap Menteri BUMN untuk merealisasikan bapak angkat cabor prestasi,” kata dia menambahkan.

Beberapa BUMN di Indonesia sebetulnya telah memberikan dukungannya terhadap pergelaran ajang olahraga di Tanah Air.

Pada ajang Piala Dunia U-20 2021, yang telah ditunda ke 2023, misalnya, Kementerian BUM telah menginstruksikan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk terjun langsung memberikan dukungan. Kemudian Pertamina ditugaskan berkontribusi di pentas MotoGP Mandalika. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, BUMN di industri telekomunikasi, Telkom menjadi penanggung jawab.

Baca juga: Erick Tohir tegaskan komitmen BUMN dukung olahraga Indonesia

Namun hanya sedikit perusahaan BUMN yang bersedia berkomitmen melakukan pembinaan atlet dalam jangka waktu yang panjang.

Hal tersebut sempat diutarakan Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. Menurut dia, pembinaan jangka panjang bagi atlet usia dini sebagai upaya melahirkan lebih banyak calon atlet yang dapat menembus level elite dunia.

“Kami mendorong BUMN agar bisa membina klub-klub atau cabor tertentu mulai dari usia dini, karena membina usia dini perlu waktu 10 hingga 15 tahun agar bisa menembus elit dunia,” kata Yoppy.

Isu tersebut juga sudah dibahas bersama Komisi X DPR RI. Ada beberapa usulan yang disampaikan untuk menggaet perusahaan agar bersedia menjadi sponsor dalam pembinaan olahraga.

Baca juga: PB Djarum dorong BUMN lakukan pembinaan atlet usia dini