KONI tanggapi isu hadiah Indonesia International Marathon

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) merespon kekecewaan pelari Australia Jack Ahearn yang viral di media sosial lantaran hadiah Indonesia International Marathon yang bergulir di Bali pada 26 Juni tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, Sekretaris Jenderal KONI Pusat Ade Lukman mengaku tengah berkoordinasi dengan penyelenggara lomba, yakni PT. Tata Media Prima atau The Media Place (TMP).

Ade mengungkapkan bahwa sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) awal pada 9 Januari 2020 dan berkembang menjadi Perjanjian Kerja Sama, hadiah ditanggung oleh penyelenggara, yakni TMP.

Semula, Indonesia Marathon dijadwalkan bergulir untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia pada Agustus 2020 di Jakarta.

Lantaran pandemi COVID-19, Indonesia Marathon akhirnya mundur menjadi 2022. Dalam perjalanannya, penyelenggara kesulitan dana karena salah satu sponsor mundur.

Akhirnya KONI menggelontorkan bantuan kepada penyelenggara dalam berbagai bentuk termasuk hadiah kepada pemenang lomba untuk mendukung kewajiban TMP.

Baca juga: Indonesia International Marathon diharapkan jadi ajang pemecahan rekor

Ade mengklaim KONI sudah memberikan hadiah kepada para pemenang, termasuk Jack Ahearn yang menjadi pemenang kategori Foreign Runners pada 23 Agustus 2022. Jumlahnya sebesar Rp47,5 juta (setelah dipotong pajak).

Namun nilai tersebut ternyata tidak sesuai dengan yang diumumkan TMP kepada para pemenang yakni Rp150 juta. Hal ini yang membuat Jack Ahearn berkoar di media sosial.

"KONI akan segera menyelesaikan masalah ini dengan pihak terkait, khususnya pihak penyelenggara, dalam hal ini PT Tata Media Prima," kata Ade.

KONI juga telah memberikan hadiah kepada para pemenang lain seperti Agus Prayogo yang finis tercepat maraton putra dengan waktu tempuh 2 jam, 36 menit, 16 detik sebesar Rp112,25 juta.

Lalu pelari maraton putri Odekta Naibaho yang finis dengan waktu 2 jam, 53 menit juga sudah menerima hadiah sebesar Rp 112,25 juta dan hadiah untuk pelari lainnya.

"Semua hadiah yang dikirimkan kepada para pemenang sudah dipotong pajak," kata Ade. "Sportivitas selalu kami junjung dan terapkan dalam hal apa pun, tanggung jawab atas kejadian yang ada ini, akan turut kami tangani. KONI tidak akan pernah melempar masalah tanggung jawab terkait masalah ini."

Baca juga: Indonesia International Marathon kembali hadir di Bali 26 Juni