Konsekuensi Serius Jika Penderita Diabetes Tak Mengontrol Gula Darah

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Jumlah penderita diabetes" target="_blank">diabetes dari tahun ke tahun semakin meningkat. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, orang yang menderita diabetes berjumlah kurang lebih 8,5 juta.

Sedangkan International Diabetes Federation (IDF) memprediksi, jumlah tersebut akan bertambah menjadi 14 juta di tahun 2035, mendatang, karena kebanyakan pasiennya tidak menjalani gaya hidup sehat dan bosan mengonsumsi obat.

Dokter spesialis penyakit dalam RSCM FKUI, Dr. dr. Dyah Purnamasari, Sp.PD, KEMD, mengatakan jika penderita diabetes tidak mengontrol gula darahnya dengan baik, termasuk tekanan darah dan kolesterol, maka akan terjadi komplikasi kronik.

Baca juga: Rekor 17 Detik, Bisakah Kamu Temukan Tisu Toilet dalam Gambar?

"Nah, pasien-pasien yang sudah mendapatkan komplikasi kronik itu sudah mendapatkan handycap atau halangan dalam melakukan kegiatan normal," ujarnya saat Media Briefing #Hands4Diabetes di Facebook Tropicana Slim, Jumat 6 November 2020.

Lebih lanjut, dokter Dyah turut memberikan contoh. Jika penderita diabetes sudah terkena stroke, orang tersebut akan mengalami kesulitan untuk bergerak. Selain stroke, masih ada konsekuensi lain.

"Yang pernah serangan jantung, dia tidak bisa berolahraga secara bebas, harus disertai dengan anjuran-anjuran dari fisioterapis," tuturnya.

Kemudian, bagi pasien yang mengalami gangguan ginjal, dia tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan tertentu. Bahkan, minum pun harus dibatasi.

"Bisa dibayangkan, dengan segala keterbatasan pasien diabetes saja, plus komplikasi kronik, batasan-batasannya lebih banyak. Nah ini ternyata semuanya berkontribusi terhadap quality of life dan kejadian depresi sedang pada pasien diabetes," kata Dyah Purnamasari.