Konsep One Health butuh kerja sama ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu

Co Chair T20 Prof. Djisman Simandjuntak mengatakan konsep One Health yang memandang kesehatan secara komprehensif membutuhkan kerja sama para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu.

"Kerja sama merupakan faktor penting dalam kesuksesan konsep One Health," kata Djisman dalam acara Side Event T20 dengan tema "Implementing and Financing One Health", yang diikuti di Jakarta, Kamis malam.

Think 20 (T20) merupakan salah satu engagement group dalam Presidensi G20 Indonesia 2022 yang bertujuan memecahkan berbagai permasalahan-permasalahan global melalui pemikiran para ilmuwan dan peneliti dari seluruh dunia.

Dia mengatakan kerja sama tersebut penting karena untuk mewujudkan konsep One Health dibutuhkan penelitian tentang interaksi manusia terhadap lingkungan, tanaman, hewan dan faktor-faktor lingkungan lainnya.

"Kerja sama ilmuwan dibutuhkan untuk mendorong kemajuan dalam pengembangan sains untuk memahami konsep One Health, interaksi kita terhadap alam, tanaman, hewan, geografi fisik dan lain-lain serta mencari manfaat dari temuan hasil penelitian," kata Djisman.

Pihaknya menambahkan tidak hanya para ilmuwan saja yang bekerja sama namun perlu menggandeng berbagai pihak lain seperti politisi, kelompok masyarakat sipil dan kelompok-kelompok lainnya di masyarakat.

Selain itu dalam satu negara, pemerintah pusat juga harus bekerja sama dengan baik dengan pemerintah daerah.

Lebih jauh lagi, secara global diharapkan negara-negara maju dapat menjalin hubungan baik dengan negara-negara berkembang.

Djisman berharap dengan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, konsep One Health dapat diwujudkan secara plural dan multilateral.


Baca juga: Kesehatan masyarakat berperan penting dukung perekonomian negara
Baca juga: Lewat G20 diharapkan akses perempuan pimpin manajerial lebih terbuka

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel