Konser Berdendang Bergoyang Kelebihan Kapasitas, Sandiaga: Jangan Seperti Itaewon

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan ikut turun tangan dalam menindak penyelenggara Berdendang Bergoyang Festival (BBF) 2022. Sebab konser musik di Hall Istora Senayan Jakarta pekan lalu telah melanggar ketentuan kapasitas.

"Ada over kapasitas pada acara Berdendang Bergoyang. Kapasitas maksimal 10 ribu penonton tetapi di lapangan ini lebih dari 21 ribu penonton," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat The Weekly Brief di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (31/10).

Sandiaga pun mengutus Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaran Kegiatan, Kemenparekraf untuk melakukan evaluasi dan sosialisasi kepada para penyelenggara kegiatan (event). Dia menegaskan para promotor harus memperhatikan dan mematuhi ketentuan kapasitas penyelenggaraan kegiatan. Jangan sampai ada kejadian serupa seperti tragedi Halloween Itaewon di Korea Selatan.

"Para pelaku event untuk betul-betul mematuhi carrying capacity, early warning system dan kesediaan jalur evakuasi serta ketersediaan CPR. Karena kejadian di Itaewon itu karena tidak adanya P3K sehingga bisa memakan korban," tuturnya.

Tak kalah penting, para penyelenggara acara harus memperhatikan manajemen kerumunan. Dia mencontohkan seperti penyelenggaraan Festival Jajanan Bango dan Synchronize Festival 2022 yang telah berjalan dengan baik meskipun dikunjungi puluhan ribu pengunjung.

"Sistem penyelenggaraan yang baik ini harus diperhatikan dan manajemen kerumunan ini harus di benchmarking," kata dia.

Selain itu, penerapan protokol CHSE (Cleanliness/kebersihan, Health/kesehatan, Safety/keamanan, dan Environment Sustainability/kelestarian lingkungan) juga menjadi mutlak dilakukan para penyelenggara acara. Apalagi dalam beberapa waktu kedepan acara besar berskala nasional dan internasional.

"Jadi tolong betul-betul dipatuhi agar tidak menimbulkan potensi bencana," pungkasnya. [azz]