Konser NCT 127 Dilanjutkan, Polisi Minta Tak Ada Lempar Bola Picu Penonton Pingsan

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengungkap alasan menghentikan konser boyband asal Korea Selatan bernama NCT 127 di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (4/11) malam. Konser semula berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga pada pukul 22.00 WIB namun dihentikan polisi sekitar setengah jam dari jadwal lantaran pertimbangan keselamatan.

Salah satu pertimbangan faktor keselamatan setelah 30 penonton pingsan di hari pertama konser tersebut. Polisi menyebut penonton yang bertumbangan lantaran interaksi dari penyanyi dan penonton saling lempar bola ketika konser berlangsung sehingga memicu pengunjung berdesakan hingga pingsan.

"Iya (lempar-lempar bola) kemudian juga karena petugas medis kurang yang ada di sekitar panggung, termasuk petugas keamanan di sekitar panggung," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam keterangannya, Sabtu (5/11).

Oleh sebab itu menurut Zulpan, polisi mengevaluasi penyelenggaraan konser band musik asal negeri gingseng tersebut. Evaluasi dilakukan untuk mencegah terjadinya korban dengan melarang interaksi langsung penyanyi dan penonton.

"Tidak ada lagi lempar-lempar bola ke penonton dan sebagainya yang memancing adanya interaksi langsung penyanyi dan penonton sehingga membuat dorong-dorongan yang bisa membuat jatuh pingsan," kata Zulpan.

30 Penonton Pingsan

Sebelumnya diberitakan 30 orang pingsan saat menyaksian konser boyband NCT 127 di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (4/11) malam. Polisi akhirnya memutuskan menghentikan konser tersebut.

Konser musik yang dimulai pukul 19.00 dihentikan polisi pada pukul 21.20 WIB. Rencananya konser berlangsung sampai pukul 22.00 WIB.

"Tapi dihentikan kepolisian pada pukul 21.20 WIB," ujar zulpan.

Zulpan mengatakan, konser itu dihentikan lantaran mencegah korban bertambah sebab saat itu ada penonton yang mencoba mendekat ke panggung utama penyanyi. Akibatnya terjadi dorong-dorongan sehingga 30 orang dilaporkan pingsan.

"Untuk hindari agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jatuhnya korban, maka kepolisian ambil langkah menghentikan pukul 21.20 WIB. Lalu yang 30 orang ini sudah kita berikan pertolongan, sekarang sudah sehat kembali," ujar dia.

Promotor Bekerja Sesuai Prosedur

Namun Zulpan memastikan pihak promotor telah bekerja sesuai prosedur. Tidak ada pelanggaran dari segi jumlah penonton maupun kapasitas gedung konser.

"Untuk segi kapasitas penonton sebenarnya tidak ada yang dilanggar. Tiket 8 ribu dan kapasitas gedung itu 10 ribu dan kenyataannya penonton yang hadir tidak lebih kapasitas gedung," ujar dia.

Menurut dia, konser dihentikan lantaran semula berlangsung tertib menjadi tidak kondusif disebabkan sejumlah penonton berusaha mendekat ke panggung sehingga terjadi dorong-dorongan yang menyebabkan 30 penonton pingsan.

30 penonton pingsan tersebut telah mendapatkan pertolongan medis dan sudah diizinkan pulang. Polisi juga mengawasi proses kepulangan penonton dari lokasi konser agar tertib dan tidak terjadi desak-desakan.

"Dievaluasi dulu, polisi dan panitia, dilakukan evaluasi secepat mungkin," kata Zulpan.

Konser Hari Kedua Dipastikan Lebih Kondusif

Tak mau kejadian yang sama terulang lagi, polisi bersama promotor akan melakukan evaluasi sebelum konser NCT 127 di hari kedua pada Sabtu (5/11) ini. Selain meminta promotor mengevaluasi keselamatan dan keamanan, polisi juga meminta penonton atau NCTZens (fans NCT127) lebih tertib dan menjaga jarak dengan panggung konser.

"Ada syaratnya dihari kedua ini, penonton wajib tertib, jarak penonton dan panggung dilebarkan lagi, dan tidak ada even lempar bola atau pernak pernik NCT 127," kata Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, Sabtu (5/11).

Untuk meningkatkan pengamanan dan keselamatan penonton di dalam area konser, Polisi menambah jumlah personel dan tim medis.

"Untuk yang jaga di luar tetap 250 personel, tapi untuk yang di dalam kita tambah. Tadinya 30 jadi 80 personel, terus jarak antara panggung kita minta untuk dilebarkan, tadinya 2 meter menjadi 20 meter. Kita juga minta jeda istirahat 30 menit," ujar Sarly.

Selain fokus mengamankan area dalam panggung konser, polisi juga mengantisipasi adanya benda mencurigakan atau ancaman bom di luar area ICE BSD.

"Sterilisasi tetap kita turunkan jibom dan K9," ujar dia.

Konser bertajuk "NCT 127 2nd Tour Neo City: Jakarta-The Link" itu digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD di Tangerang Selatan, Banten, yang berkapasitas hingga 10 ribu orang.

Menurut surat pemberitahuan dari penyelenggara konser kepada polisi, tiket yang terjual mencapai 8.000 lembar. [gil]