Konservasi Adalah Upaya Pemeliharaan Sesuatu, Pahami Tujuan dan Manfaatnya

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Konservasi adalah elestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris, conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Conservation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana (wise use).

Secara umum, konservasi adalah proses pengelolaan suatu tempat agar makna kultural yang dikandungnya terpelihara dengan baik. Definisi lain dari konservasi adalah pemeliharaan dan perlindungan terhadap sesuatu yang dilakukan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara pengawetan.

Cakupan konservasi bukan hanya tentang alam. Namun ada pula tentang warisan budaya dan lingkungan binaan monumen arkeologi, bangunan penting bersejarah, lanskap, ekologi, hingga sumber daya yang ada, serta konservasi satwa liar.

Untuk lebih rinci, berikut ini penjelasan mengenai definisi konservasi beserta tujuan dan manfaatnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (22/8/2021).

Definisi Konservasi yang Lainnya

Pawang dan pengunjung menyentuh gajah betina sumatra saat memandikannya di sungai di Conservation Respons Unit (CRU) Sampoiniet, Aceh, Minggu (7/6/2020). Memasuki masa new normal, CRU Sampoiniet kembali membuka wisata konservasi meski membatasi jumlah kunjungan wisatawan. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Pawang dan pengunjung menyentuh gajah betina sumatra saat memandikannya di sungai di Conservation Respons Unit (CRU) Sampoiniet, Aceh, Minggu (7/6/2020). Memasuki masa new normal, CRU Sampoiniet kembali membuka wisata konservasi meski membatasi jumlah kunjungan wisatawan. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Konservasi adalah pemanfaatan, pengelolaan sumber daya alam termasuk satwa, air, udara, mineral, terbarukan atau tidak. Istilah konservasi sumber daya alam semakin sering dipergunakan dalam wacana publik seiring meningkatnya berbagai masalah, tekanan, kerusakan lingkungan hidup.

Menurut Allaby (2010), Konservasi adalah pengelolaan biosfer secara aktif demi menjamin kelangsungan keanekaragaman spesies maksimum serta pemeliharaan keragaman genetik dalam suatu spesies. Termasuk di dalamnya adalah pemeliharaan fungsi biosfer misalnya siklus nutrisi dan fungsi ekosistem.

Dengan demikian, lingkungan dapat memberikan manfaat terbesar berkelanjutan untuk generasi sekarang sekaligus menjaga potensinya agar memenuhi kebutuhan hidup generasi mendatang. Pelestarian spesies dan proses biologis harus bersamaan (simultan) dengan konservasi sumber daya abiotik. Jika tidak, maka tidak mungkin berhasil. Konservasi adalah pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam termasuk satwa liar, air, udara, mineral, segala sumber daya alam terbarukan atau tidak terbarukan.

Tujuan Konservasi

Pekerja melakukan pengecekan panel surya di atas gedung di kawasan Jakarta, Senin (31/8/2020). Pemerintah tengah menyiapkan peraturan presiden terkait energi baru terbarukan dan konservasi energi agar target 23 persen bauran energi di Indonesia bisa tercapai pada 2045. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melakukan pengecekan panel surya di atas gedung di kawasan Jakarta, Senin (31/8/2020). Pemerintah tengah menyiapkan peraturan presiden terkait energi baru terbarukan dan konservasi energi agar target 23 persen bauran energi di Indonesia bisa tercapai pada 2045. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ada beberapa tujuan konservasi yang perlu Anda pahami, berikut ini tujuan konservasi adalah:

1. Untuk dapat memelihara dan untuk melindungi tempat-tempat yang telah dianggap berharga agar tidak hancur.

2. Untuk dapat menekankan kembali sehingga dapat memakai kembali pemakaian bangunan yang telah lama yang sehingga tidak terlantar, sebenarnya mempunyai maksud apakah dengan memakai cara seperti ini bisa menghidupkan kembali fungsi dari bangunan yang sebelumnya dari bangunan itu atau bisa juga mengganti sebuah fungsi dari bangunan yang lama dengan fungsi yang baru yang memang diperlukan.

3. Untuk dapat melindungi benda-benda sejarah atau juga benda-benda pada zaman purbakala dari kehancuran dan kerusakan yang dapat diakibatkan oleh faktor alam, mikro organisme dan juga kimiawi.

4. Untuk dapat melindungi benda-benda cagar alam yang telah dilakukan dengan secara langsung seperti membersihkannya, memelihara dan juga memperbaiki baik secara fisik ataupun dengan cara langsung dari pengaruh berbagai macam faktor yang ada, contohnya seperti faktor lingkungan yang bisa merusak benda-benda itu.

Manfaat Konservasi

Seorang pekerja menutup stupa di kompleks candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (23/11/2020). Penutupan candi Borobudur oleh BKB (Balai Konservasi Borobudur) sebagai langkah antisipasi melindungi batu candi dari abu vulkanik jika Gunung Merapi erupsi. (Photo by Agung Supriyanto/AFP)
Seorang pekerja menutup stupa di kompleks candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin (23/11/2020). Penutupan candi Borobudur oleh BKB (Balai Konservasi Borobudur) sebagai langkah antisipasi melindungi batu candi dari abu vulkanik jika Gunung Merapi erupsi. (Photo by Agung Supriyanto/AFP)

Ada beberapa manfaat konservasi yang perlu Anda ketahui, diantaranya:

1. Yang pertama adalah untuk melindungi kekayaan ekosistem alam dan memelihara sebuah proses – proses ekologi maupun keseimbangan ekosistem dengan secara berkelanjutan.

2. Yang kedua adalah untuk melindungi spesies flora dan fauna yang langka atau hampir punah.

3. Yang ketiga adalah untuk melindungi ekosistem yang indah, menarik dan unik.

4. Yang keempat adalah untuk melindungi ekosistem dari sebuah kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam, mikro organisme dan lain sebagainya.

5. Yang Kelima adalah untuk menjaga kualitas lingkungan supaya tetap terjaga, dan lain sebagainya.

6. Yang keenam adalah Untuk mencegah sebuah kerugian yang diakibatkan oleh suatu sistem penyangga kehidupan contohnya kerusakan pada hutan lindung, daerah aliran sungai dan lain-lain. Kerusakan pada sebuah lingkungan akan mengakibatkan bencana dan otomatis akan mengalami kerugian.

7. Untuk mencegah sebuah kerugian yang diakibatkan hilangnya sumber genetika yang ada pada sebuah flora yang mengembangkan bahan pangan dan bahan untuk obat-obatan.

Macam-macam Konservasi

Kawasan Hutan Mangrove di Taman Nasional Sembilang, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (dok. Ridwan Pambudi/tnberbaksembilang.com)
Kawasan Hutan Mangrove di Taman Nasional Sembilang, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (dok. Ridwan Pambudi/tnberbaksembilang.com)

Secara umum bentuk konservasi dapat dibedakan atas 2 (dua) golongan, yaitu:

1. Konservasi in situ adalah kegiatan konservasi flora/fauna yang dilakukan di dalam habitat aslinya. Konservasi in situ mencakup kawasan suaka alam (Cagar alam dan Suaka Margasatwa) dan kawasan pelestarian alam (Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam).

2. Konservasi ek situ yaitu kegiatan konservasi flora/fauna yang dilakukan di luar habitat aslinya. Konservasi ek situ dilakukan oleh lembaga konservasi, seperti kebun raya, arbetrum, kebun binatang, taman safari, dan tempat penyimpanan benih dan sperma satwa.

Selain itu ada beberapa jenis konservasi sumberdaya alam hayati, khususnya yang ada di Indonesia yang termasuk dalam pembagian konservasi di atas. Macam Macam Bentuk Konservasi Alam tersebut antara lain:

a. Taman Nasional

Taman nasional berfungsi sebagai perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan dan perlindungan terhadap hewan dan tumbuhan serta dalam pelestarian sumber daya alam. Selain itu, taman nasional juga penting untuk ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, dan rekreasi. Kriteria suatu wilayah dapat ditunjuk dan ditetapkan sebagai kawasan taman nasional meliputi:

1) memiliki sumber daya alam hayati dan ekosistem yang khas dan unik yang masih utuh dan alami serta gejala alam yang unik;

2) memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh;

3) mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami; dan

4) merupakan wilayah yang dapat dibagi kedalam zona inti, zona pemanfaatan, zona rimba, dan/atau zona lainnya sesuai dengan keperluan.

Contoh Taman Nasional di Indonesia diantaranya: Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh, Taman Nasional Batang Gadis di Wilayah Kabupaten Madina, Taman Nasional Komodo di pulau Komodo, dan Taman Nasional Kepulauan Seribu.

b. Cagar Alam

Cagar alam adalah suatu kawasan perlindungan alam yang memiliki ciri khas yaitu tumbuhan dan hewan yang perkembangannya diserahkan pada alam.Di Indonesia, cagar alam adalah bagian dari dari kawasan konservasi (Kawasan Suaka Alam), maka kegiatan wisata atau kegiatan lain yang bersifat komersial, tidak boleh dilakukan di dalam area cagar alam.

Sebagaimana kawasan konservasi lainnya, untuk memasuki cagar alam diperlukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). SIMAKSI bisa diperoleh di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat.Contoh cagar alam di Indonesia diantaranya: Cagar Alam Batu Gajah di Kabupaten Simalungun, Cagar Alam Martelu Purba di Kabupaten Langkat.

c. Taman Laut

Taman laut adalah suatu wilayah lautan yang memiliki ciri khas yang berupa keindahan alam yang diperuntukkan guna untuk melindungi keanekaragaman hayati di lautan. Contoh taman laut di Indonesia diantaranya: Taman Laut Bunaken di perairan sulawesi tepatnya di Manado, Sulawesi Utara.

d. Suaka Margasatwa

Suaka margasatwa adalah kawasan hutan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan/ atau memiliki keunikan jenis satwa yang membutuhkan perlindungan/ pembinaan bagi kelangsungan hidupnya terhadap habitatnya.

Daerah suaka margasatwa biasanya ditetapkan sebagai suatu tempat hidup margasatwa yang mempunyai nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta merupakan kekayaan dan kebanggaan nasional.Pelestarian dapat dilakukan secara sengaja atau alami untuk menjaga kelangsungan hidup tumbuhan tersebut.

e. Kebun Raya

Kebun Raya adalah kumpulan tumbuhan pada suatu tempat yang berasal dari berbagai daerah untuk tujuan konservasi, ilmu pengetahuan, dan rekreasi.Contoh kebun raya diantaranya : Kebun Raya Bogor, kebun raya kuningan, kebun raya cibodas, dan kebun raya baturaden

f. Hutan Bakau

Hutan mangrove atau hutan bakau yaitu suatu hutan yang tumbuh diatas rawa-rawa perairan payau, hutan ini letaknya pada garis pantai dan dipengaruhi oleh keadaan pasang surut air laut, salah satu peran dan manfaat dari hutan mangrove yaitu terdapatnya sistem pada perakaran tanaman mangrove yang kompleks, rapat dan lebat yang dapat memerangkap sisa-sisa dari bahan-bahan organik serta endapan yang terbawa oleh air laut dari daratan. Proses ini dapat menyebabkan air laut terjaga akan kejernihan dan kebersihannya, dengan demikian dapat memelihara terumbu karang karena proses ini mangrove sering sekali disebut dengan pembentuk daratan sebab endapan dan tanah yang ditahannya akan menumbuhkan kembali garis pantai.

Etika Konservasi

Kita melestarikan alam sebagai pilihan etis. Kita menghargai spesies liar dan habitat alami tempat kita berbagi planet ini, tidak hanya karena apa yang mereka berikan kepada manusia, tetapi juga memiliki hak mereka sendiri untuk hidup dan berkembang.

Nilai intrinsik alam ini telah diakui secara formal oleh pemerintah, misalnya dalam Pembukaan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Flora dan Fauna Langka yang Terancam Punah (CITES) yang disepakati pada tahun 1973:

Negara Peserta,

Menyadari bahwa fauna dan flora liar dalam berbagai bentuknya yang indah dan beragam adalah bagian tak tergantikan dari sistem alam bumi yang harus dilindungi untuk generasi ini dan generasi yang akan datang;

Menyadari nilai flora dan fauna liar yang terus tumbuh dari sudut pandang estetika, ilmiah, budaya, rekreasi, dan ekonomi;

Mengakui bahwa masyarakat dan Negara adalah dan harus menjadi pelindung terbaik bagi fauna dan flora liar mereka sendiri;

Selain itu, mengakui bahwa kerja sama internasional sangat penting untuk perlindungan spesies fauna dan tumbuhan liar tertentu dari eksploitasi berlebihan melalui perdagangan internasional; Yakin akan pentingnya mengambil tindakan yang tepat untuk tujuan ini; Telah menyetujui sebagai berikut:

Tidak diragukan lagi bahwa alam memang memberikan manfaat bagi manusia, termasuk manfaat ekonomi. Misalnya, hutan yang dikonservasi pada daerah tangkapan air mempertahankan aliran air bersih sepanjang tahun. Banyak spesies menghasilkan produk yang bernilai komersial, misalnya sebagai obat, makanan, atau produk seperti kayu. Dan ada industri yang berbasis alam, seperti ekowisata, perikanan dan kehutanan.

Ekosistem alami juga memainkan peran penting dalam menyerap karbon (sehingga mengurangi dampak perubahan iklim), atau mencegah erosi tanah, atau menyediakan pertahanan garis pantai (misalnya terumbu karang dan bakau), atau menyediakan pengayaan spiritual dan kesenangan rekreasi (disebut jasa budaya).

Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, program konservasi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, tetapi kadang-kadang manusia yang menerima manfaat dari jasa ekosistem berada jauh dari lokasi program konservasi (seperti dengan jasa pengaturan iklim misalnya). Semua manfaat yang diberikan alam bagi umat manusia ini disebut dengan istilah teknis “jasa ekosistem”. Baru-baru ini para konservasionis mulai menggunakan istilah “modal alam” untuk merujuk pada “modal” yang dibutuhkan dalam hal spesies dan ekosistem untuk memberikan “jasa ekosistem” yang menjadi sandaran masyarakat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel