Konservatif adalah Sikap dan Pemikiran yang Mengikuti Kebiasaan, Ini Ciri dan Prinsipnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Konservatif adalah salah satu bentuk sikap yang berhubungan dengan kebiasaan dan tradisi. Sikap konservatif adalah sering dianggap kolot karena tidak bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman atau hanya menyesuaikan dengan tradisi yang ada, melansir dari KBBI.

Charlotte Thomson (1999) menegaskan konservatif adalah sebuah konsep di mana seseorang selalu menjaga tradisi lama/hal tradisional & menentang modernitas.

Begitu pula pemikiran konservatif adalah memiliki makna banyak mempertahankan kebiasaan lamanya. Aliran konservatif adalah dijuluki sebagai konservatisme. Istilah konservatif adalah secara etimologi berasal dari bahasa Latin conservare yang artinya menjaga, melestarikan, dan memelihara.

Berikut Liputan6.com ulas tentang konservatif dari berbagai sumber, Kamis (7/10/2021).

Pengertian Konservatif Menurut Para Ahli

Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Ekruilla
Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Ekruilla

1. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Konservatif adalah sikap mempertahankan keadaan, kebiasaan, dan tradisi yang berlaku. Jadi, dapat dikatakan sikap konservatif adalah sikap filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional.

2. Dahlan (2000: 23)

Aliran konservatif adalah tidak terjadi begitu saja tetapi lebih didorong oleh semangat pembaharuan yang berbasis progresifisme yang transformatif. Konservatif adalah didefenisikan sebagai bertahannya suatu penguatan orang-orang tertentu dan ungkapan-ungkapan kebudayaannya yang dilembagakan yang disebut juga sebagai pelestarian ekologi sosial dan politik.

3. Charlotte Thomson (1999)

Konservatif adalah sebuah konsep di mana seseorang selalu menjaga tradisi lama/hal tradisional & menentang modernitas.

4. R.J. White

Menempatkan konservatisme atau konservatif adalah di dalam botol dengan sebuah label adalah seperti berusaha mengubah atmosfer menjadi cair … Kesulitannya muncul dari sifat konservatisme sendiri. Konservatisme lebih merupakan suatu kebiasaan pikiran, cara merasa, cara hidup, daripada sebuah doktrin politik.

Ciri-Ciri dan Dampak Konservatif

Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Aline
Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Aline

Ciri-Ciri Konservatif

1. Orang dengan sikap konservatif adalah memiliki kecenderungan tidak modern atau kuno

2. Orang dengan pemikiran konservatif adalah lebih keras kepala dan sulit diajak kompromi.

3. Orang konservatif adalah selalu memegang teguh pendapat sesuai yang dipercaya saja.

4. Orang dengan sikap konservatif adalah populer dengan istilah kolot.

5. Orang dengan sikap dan pemikiran konservatif adalah akan merasa kesulitan bila berada di tempat baru.

6. Orang konservatif adalah memiliki kecenderungan sulit merubah perubahan karena hanya ingin mempertahankan hal-hal yang dipercaya.

Dampak Konservatif

1. Dampak baik konservatif adalah tradisi dapat terus dilestarikan.

2. Dampak baik konservatif adalah tidak mudah mendapat pengaruh buruk dari pemikiran baru.

3. Dampak buruk konservatif adalah sulit mendapat kemajuan karena sulit menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru.

4. Dampak buruk konservatif adalah menjalani hidup yang monoton.

5. Dampak buruk konservatif adalah dipandang kolot oleh orang-orang di sekitarnya.

6. Dampak buruk konservatif adalah sulit diajak kompromi.

7. Dampak buruk konservatif adalah sulit mendapat kepercayaan dari orang lain.

8. Dampak buruk konservatif adalah hanya bisa hidup dengan mengandalkan apa saja yang dipercaya di masa lalu, hal-hal tradisional. Padahal perkembangan zaman di masa sekarang sudah lebih mempermudah hidup dengan keberadaan teknologi yang terbarukan.

9. Dampak buruk konservatif adalah tidak mudah menerima ideologi baru meskipun zaman sudah berganti.

10. Dampak buruk konservatif adalah pemikiran yang dianut akan dianggap tidak mampu memberikan solusi yang tepat bagi orang lain.

Mengenal Prinsip Konservatif

Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Membaca Buku. Credit: pexels.com/Andrea

Prinsip konservatif adalah menurut John Clark (1991) ada sembilan. Apa saja?

1. Manusia memiliki dorongan untuk diarahkan menjadi sosok yang baik maupun buruk. Realitasnya, manusia hanya mampu berkembang dengan adanya ikatan organisasi sosial.

2. Masyarakat memiliki struktur organik yang berdasarkan hierarki yang terbentuk secara alami. Tanpa hierarki tersebut, setiap orang menjadi homogen. Pembentukan pribadi masing-masing orang juga akan tersendat.

3. Pemerintah bertujuan menjaga dan memelihara keperluan dasar masyarakat. Tidak hanya soal menegakkan hukum dalam melindungi hak milik seseorang. Namun juga membina lembaga keluarga serta lingkungan di mana seseorang berkembang dalam konteks sosialnya.

4. Eksistensi moralitas tidak bergantung pada opini masing-masing yang benar maupun salah. Oleh sebab itu, semua individu harus berprioritas untuk mencari kebajikan dalam hidupnya daripada keinginan duniawi. Nilai-nilai moral yang dimaksud termasuk juga loyalitas, patriotisme, ksatria, keberanian, ketaatan, ramah, menghormati otoritas, dan lain-lain.

5. Kebebasan muncul saat individu tidak bersikap sewenang-wenang oleh karena nafsunya. Kebebasan tetap bersyaratkan otoritas, tradisi, serta masyarakat yang stabil.

6. Wewenang menjadi sah saat ada di antara individu yang memiliki kepemimpinan tradisional dan mempunyai pemahaman terhadap kebajikan dan kebenaran.

7. Masyarakat dapat disebut setara dalam statusnya sebagai warga negara.

8. Keadilan dapat terwujud saat tata tertib stabil, hukum seimbang, serta kedudukan individu sesuai hierarki sosialnya.

9. Maksud dari efisiensi adalah masyarakat berfungsi sebagaimana mestinya menuju keberhasilan. Tidak hanya dalam hal materi, tetapi juga dalam pencapaian nonmaterial seperti menjaga tata tertib, kesatuan masyarakat, serta kebaikan individu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel