Konsisten Iuran Rp500 per Hari, Warga Kampung di Garut Mampu Bangun Masjid Megah

Merdeka.com - Merdeka.com - Usaha Warga Kampung Campaka, Desa Sirnagalih, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut mengumpulkan iuran Rp500 per hari sejak 2014 membuahkan hasil. Mereka mampu membangun Masjid Al Ihsan, yang megah dan indah.

Dadan, panitia pembangunan Masjid Al-Ihsan mengatakan, pembangunan masjid itu memang dilakukan gotong-royong, baik dalam pembiayaan maupun proses pembangunannya. Namun ia mengaku tidak pernah menyangka masjid itu akan menjadi lebih megah dibanding yang semula dibayangkan.

Tidak hanya megah, bangunan masjid yang dibangun lebih besar dari perencanaan awal yang hanya 7 x 14 meter persegi. "Kami tidak pernah mengira akan semegah ini," jelas Dadan, Rabu (8/6).

Untuk menghasilkan bangunan masjid yang megah itu, Dadan menyebut setidaknya menghabiskan anggaran sekitar Rp1,1 miliar. Uang pembangunan masjid itu diawali dengan iuran warga yang rutin dilakukan setiap hari sebesar Rp500.

"Ini tentunya menjadi kebahagiaan bagi kami karena dari awal perjalanan mengumpulkan dana Rp500 dari warga setiap hari bisa terbentuk masjid yang megah," sebutnya.

Dipuji Bupati

konsisten iuran rp500 per hari warga kampung di garut mampu bangun masjid megah
konsisten iuran rp500 per hari warga kampung di garut mampu bangun masjid megah

Bupati Garut Rudy Gunawan meresmikan Masjid Al Ihsan. ©2022 Merdeka.com/HO-Humas Pemkab Garut

Keberhasilan warga membangun masjid dengan iuran rutin harian, dipuji Bupati Garut Rudy Gunawan. Ia bahkan secara langsung meresmikan masjid pada Senin (6/6) malam.

Rudy mengatakan, bila mengacu pada akal sehat, maka pembangunan masjid cukup mustahil dilakukan dengan iuran Rp500 dari warga.

"Namun ternyata hal yang mustahil itu bisa terwujud dan terbukti dengan berhasil dibangunnya masjid yang begitu megah di Kampung Campaka,” katanya.

Budaya Gotong-royong

Keberhasilan warga membangun Masjid Al-Ihsan dengan megah, menurutnya tidak lepas dari budaya gotong-royong yang masih dijaga dengan baik, mulai dari menyisihkan uang untuk iuran hingga proses pengerjaannya.

Karena melihat proses itu, Rudy mengaku sengaja mengosongkan jadwal kegiatannya untuk bisa meresmikan Masjid Al-Ihsan.

"Saya tersentuh oleh kesadaran warga yang secara gotong-royong membangun masjid ini sejak bertahun-tahun lalu. Makanya saya meluangkan waktu untuk ikut hadir dan meresmikan," tutup Rudy. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel