Konsolidasi dan Perampingan Bisnis Jadi Kunci Genjot Kinerja BUMN

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina terus melakukan perampingan bisnis dan penguatan kinerja agar mampu meraih kepercayaan pasar. Hal itu juga dilakukan agar perusahaan mampu bersaing di level global.

Pada tahun lalu, perusahaan mampu menembus Fortune 500. Ini disebut menjadi salah satu indikator keberhasilan BUMN ini.

Pencapaian tersebut menjadi bukti BUMN mampu menjadi perusahaan bergengsi dan disegani, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Masuk Fortune 500 menjadi bukti konsolidasi dan perampingan di Pertamina berjalan baik.

Ekonom Senior, Piter Abdullah mengatakan, capaian yang diperoleh Pertamina layak diapreasi karena merupakan BUMN dengan nilai kapitalisasi terbesar, yang punya sejarah panjang bisnis migas.

"Pertamina adalah BUMN dengan nilai yang terbesar. Tentunya kita harus apresiasi prestasi ini," ucap Piter, Jumat (12/5/2020).

Saat ini, Pertamina tengah mengalami tantangan untuk memindahkan subsidi BBM tepat sasaran, di mana premium tidak lagi dikonsumsi untuk kendaraan pribadi.

Dengan menggunakan BBM non subsidi, selain menciptakan udara bersih, juga agar subsidi BBM tidak dibakar orang kaya. Subsidi juga dapat dialihkan untuk sektor kesehatan masyarakat yang terdampak Covid-19, juga untuk pekerja yang terkena PHK.

Ditegaskan Piter, sebenarnya kinerja pertamina masih jauh di bawah potensinya. Dengan diberi kepercayaan lebih besar, segala potensi dapat dioptimalkan.

Karena itu, Pertamina seharusnya juga tidak dinilai dengan membandingkannya dengan BUMN lain tetapi dengan perusahaan sejenis khususnya di kawasan.

Bahkan, kalau dibandingkan dengan Petronas, apalagi dengan pengalaman, usia, dan potensi yang dimiliki, seharusnya pertamina adalah yang terbesar dan terbaik di Asean.

 

Kontribusi Ekonomi

Gedung Kementrian BUMN. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Raihan Pertamina dinilai merupakan bagian penting dari perbaikan yang sudah dijalankan. Karena itu, harus terus diberi peran agar makin besar berkontribusi pada negara dan pertumbuhan ekonomi.

"Perbaikan pengelolaan BUMN sangat diperlukan bila ingin meningkatkan kinerja BUMN," imbuh dia.

Saat ini katanya, BUMN masih mendua, antara pelayanan publik dan bisnis murni yang berorientasi keuntungan.

Selama masih mendua seperti ini sangat sulit untuk optimal. Di sisi lain, mengubah BUMN untuk menjadi entity bisnis murni juga tidak mudah.

Tantangan nya akan sangat banyak. Amanah konstitusi tentang pengelolaan kekayaan negara untuk rakyat Indonesia menyebabkan sulit untuk mengubah peran BUMN. Oleh karena itu, langkah konsolidasi, perampingan yang dijalankan Pertamina tepat dan perlu diperkuat agar semakin maksimal.

"Kebijakan konsolidasi, perampingan usaha dan lainnya itu menurut saya diperlukan," kata Piter.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com