Konsolidasi Pakai Jet Pribadi, Suharso Monoarfa Jadi Sorotan

Syahrul Ansyari
·Bacaan 1 menit

VIVA - Partai Persatuan Pembangunan akan menggelar muktamar dalam waktu dekat ini. Sejumlah kandidat pun mulai bergerak mencari dukungan ke daerah-daerah.

Tidak terkecuali Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa. Belum lama ini, Suharso mengunjungi Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam menggunakan private jet.

Anggota Majelis Pakar PPP, Nizar Dahlan, menuturkan kunjungan Suharso ke Medan dan Aceh menggunakan jet pribadi. Foto Suharso dan DPP turun dari pesawat pribadi itu beredar di grup whatsapp.

Di dalam foto itu, Suharso Monoarfa dan Sekjen PPP Arsul Sani sedang disambut oleh pengurus PPP daerah dan diberikan slempang hijau.

"Ini Ketua Umum PPP menyewa pesawat ke Medan dan Aceh urusan partai, dari mana uangnya. Harus dijelaskan," kata Nizar saat dihubungi, Kamis, 29 Oktober 2020.

Nizar mengatakan bahwa biaya untuk menyewa pesawat pribadi tidak murah. Sementara rakyat lagi menjerit dalam kemiskinan dan kelaparan.

"Plt ketum malah pakai jet pribadi untuk konsolidasi," katanya.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee Muktamar PPP Amir Uskara mengaku tidak tahu sumber dana yang digunakan Suharso untuk menyewa jet pribadi tersebut. Karena dia hanya mengurus persiapan muktamar partai berlambang Ka'bah tersebut.

"Kalau saya cuma mempersiapkan dari sisi kepanitiaan. Kalau persoalan calon masing-masing itu saya kira itu di luar domain saya untuk mengomentari," kata Amir saat dikonfirmasi.

Meski demikian, Amir yakin Suharso tidak menggunakan dana partai karena dana partai dipegang oleh Bendahara Umum PPP. Sedangkan, jika dari dana yang lain, dia mengaku tidak tahu.

Amir hanya berharap muktamar yang akan berlangsung di Makassar pada 19 Desember 2020 mendatang bisa menghasilkan ketua umum yang bisa mengangkat kembali citra dan martabat PPP untuk kembali jadi pemenang dalam pemilu 2024.

"Pasti tujuannya kita ke sana," tuturnya.

Baca juga: Amien Rais Bikin Partai Ummat, PPP: Ujian di Pemilu, Laku atau Tidak