Konstruksi adalah Gambaran Proses Pembangunan, Ini Macam, Tahapan, dan Hambatan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Apa itu konstruksi? Memahami konstruksi adalah gambaran dari proses pembangunan. Kegiatan konstruksi adalah berupa pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan.

“Pengertian konstruksi adalah segala bentuk pembuatan atau pembangunan, pelaksanaan pemeliharaan, dan perbaikan infrastruktur,” dijelaskan dalam modul berjudul Pemahaman Umum Pengawasan Konstruksi yang diterbitkan Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Contoh pekerjaan konstruksi adalah jalan, jembatan, gedung, perumahan, bendungan, saluran irigasi, lapangan udara, dan lainnya. Itu pengertian singkat tentang konstruksi yang perlu diketahui.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang pengertian konstruksi, macam-macam, tahapan, dan hambatannya, Kamis (13/1/2022).

Pengertian Konstruksi

Bus dan pesawat diparkir di landasan setelah semua penerbangan dibatalkan di Bandara Internasional Pudong di Shanghai, China (25/7/2021). Topan In-fa diperkirakan akan bergerak ke utara-barat laut China dan masuk hingga ke pedalaman. (AP Photo/Andy Wong)
Bus dan pesawat diparkir di landasan setelah semua penerbangan dibatalkan di Bandara Internasional Pudong di Shanghai, China (25/7/2021). Topan In-fa diperkirakan akan bergerak ke utara-barat laut China dan masuk hingga ke pedalaman. (AP Photo/Andy Wong)

Konstruksi adalah istilah yang menggambarkan proses pembangunan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan pengertian konstruksi adalah susunan (model, tata letak) suatu bangunan berupa jembatan, rumah, dan sebagainya.

Dalam modul berjudul Pemahaman Umum Pengawasan Konstruksi yang diterbitkan Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dijelaskan pengertian konstruksi adalah segala bentuk pembuatan atau pembangunan, pelaksanaan pemeliharaan, dan perbaikan infrastruktur.

Contoh pekerjaan konstruksi adalah jalan, jembatan, gedung, perumahan, bendungan, saluran irigasi, dan lainnya. Adanya pelenggaraan konstruksi adalah bagian penting untuk menunjang perekonomian nasional baik di negara maju maupun di negara berkembang.

“Di berbagai negara, sektor Konstruksi mampu berkonstribusi terhadap GFCF (Gross Fixed Capital Formation) sampai 70-80 persen dan berkonstribusi terhadap 5-9 persen dari PDB (Produk domestik Bruto),” dijelaskan.

Di Indonesia, pengertian konstruksi adalah diatur dalam UUJK Nomor 2 tahun 2017. Pekerjaan konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan, pengoperasioan, pemeliharaan, pembongkaran, dan pembangunan kembali suatu bangunan.

Macam-Macam Konstruksi

Pemandangan deretan gedung-gedung pencakar langit di Jakarta, Jumat (29/9). Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani meyakinkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4 persen tetap realistis. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pemandangan deretan gedung-gedung pencakar langit di Jakarta, Jumat (29/9). Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani meyakinkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4 persen tetap realistis. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ada dua macam konstruksi yang perlu diketahui. Dalam kajian teori penelitian yang diterbitkan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau mengutip Rani (2016), dua macam konstruksi itu adalah konstruksi bangunan gedung dan bangunan sipil.

1. Konstruksi Bangunan Gedung

Apa saja yang termasuk konstruksi bangunan gedung? Contoh konstruksi bangunan gedung adalah bangunan gedung, perumahan, hotel, dan lain-lain. Ini ciri-cirinya:

- Konstruksi bangunan gedung mampu menghasilkan tempat orang bekerja (kantor, gedung, dan lain-lain).

- Konstruksi bangunan gedung tempat kerjanya pada lokasi yang relatif kecil.

- Konstruksi bangunan gedung memiliki kondisi pondasi pada lokasi yang relatif kecil.

- Konstruksi bangunan gedung membutuhkan manajemen untuk “progressing” pekerjaan.

2. Konstruksi Bangunan Sipil

Apa saja yang termasuk konstruksi bangunan sipil? Contoh konstruksi bangunan sipil adalah bangunan jembatan, jalan, lapangan terbang, terowongan, irigasi, bendungan, dan lain-lain. Ini ciri-cirinya:

- Konstruksi bangunan sipil pada proyek konstruksinya mengendalikan alam untuk kepentingan manusia.

- Konstruksi bangunan sipil memiliki kecenderungan pekerjaan yang berlangsung pada lokasi luas dan panjang.

- Konstruksi bangunan sipil memiliki kondisi pondasi (geologi) pada setiap lokasi sangat berbeda satu dengan lainnya.

- Konstruksi bangunan sipil membutuhkan manajemen untuk memecahkan permasalah, bukan umbul progres.

Tahapan Pekerjaan Konstruksi

Bagaimana tahapan dari pekerjaan konstruksi dilakukan? Dalam modul berjudul Pemahaman Umum Pengawasan Konstruksi yang diterbitkan Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ada lima tahapan pekerjaan konstruksi:

1. Feasibility Studi Investigation (Survey & Investigation)

Ini kegiatan yang bertujuan untuk melakukan studi kelayakan atau tidaknya bangunan atau konstruksi untuk dibangun.

2. Kegiatan Perencanaan Teknis atau Desain atau Perancangan (Design)

Ini kegiatan mendesain atau merancang bangunan atau konstruksi yang dibutuhkan (fungsi tertentu) yang telah layak untuk dibangun.

3. Kegiatan Pengadaan Tanah (Land Aquasiation)

Kegiatan untuk mengadakan lahan atau tanah oleh Pengguna Jasa Procurement atau Pelelangan dari Pengadaan Jasa pelaksana Konstruksi.

4. Kegiatan Pelaksanaan Konstruksi (Construction)

Ini kegiatan membangun bangunan atau konstruksi yang telah dirancang atau di desain sebelumnya.

5. Bangunan atau Konstruksi Dipergunakan atau Beroperasi dan Dirawat.

Ini kegiatan pemanfaatan, pemeliharaan, dan perawatan bangunan yang telah dibangun. Bangunan konstruksi dibongkar praktiknya dilakukan pembongkaran bila bangunan sudah tidak layak fungsi dan membahayakan.

Hambatan Pekerjaan Konstruksi

Ilustrasi objek wisata Jembatan Ampera, Palembang. (Photo by Hadi Utama on Unsplash)
Ilustrasi objek wisata Jembatan Ampera, Palembang. (Photo by Hadi Utama on Unsplash)

Selalu ada hambatan dalam pekerjaan konstruksi. Masih mengutip modul yang sama, ada tiga masalah hambatan pekerjaan konstruksi yang sering terjadi. Apa saja?

1. Rendahnya mutu dari produk hasil pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

2. Kurang tepatnya waktu penyelesaian pekerjaan.

3. Rendahnya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya dari yang diharapkan.

Hal-hal yang menyebabkan munculnya hambatan pekerjaan konstruksi, dipengaruhi ketersediaan tenaga ahli atau terapil, penguasaan teknologi dalam pelaksanaan konstruksi, penguasaan manajemen konstruksi yang efisien, dan kecukupan modal.

Dalam penyelesaian pekerjaan konstruksi adalah dituntut bagi seorang pekerja memiliki keahlian tertentu dan tidak jarang menunjut suatu kehalian khusus.

Adanya perkembangan ilmu dan teknologi membuat pelaku jasa konstruksi adalah mulai mengembangkan dan menyesuaikan sistem manajemen serta organisasi pelaksanaannya sejalan dengan jenis konstruksi yang dilaksanakan. Tujuan akhir dari pembangunan infrastruktur atau konstruksi adalah bangunan yang andal dan bermanfaat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel