Konsultan properti sebut industri nasional tetap optimis meski pandemi

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Perusahaan konsultan properti, Knight Frank Indonesia menilai bahwa industri nasional di tengah pandemi terbilang masih cukup optimistis, yang ditunjukkan dengan tetap dibukanya sejumlah kawasan industri.

"Industri nasional terbilang cukup optimis, ini terlihat dari kawasan-kawasan industri banyak yang baru dirilis," ujar Senior Advisor Research Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu.

Ia mengemukakan bahwa hingga kuartal III 2020 sudah terserap sekitar 107 hektar kawasan industri di Jabodetabek. Terbesar serapannya ada di wilayah timur atau di Bekasi.

"Itu merefleksikan bahwa memang ada demand yang cukup baik dari sektor industri," ucapnya.

Menurut dia, industri nasional akan terus tumbuh hingga 2021 nanti. Apalagi, Indonesia masuk sebagai salah satu negara tujuan investasi.

"Jadi apa yang kami lihat dari proses yang berlangsung yakni pergerakan atau serapan lahan kawasan industri masih tetap ada dan diperkirakan akan terus berlanjut sampai tahun 2021. Tren permintaan investasi oleh asing juga baik," katanya.

Menurut dia, tren permintaan investasi asing itu seiring dengan relokasi industri global yang cukup progresif dan proaktif.

"Investasi asing umumnya bergerak dalam bidang data center, elektronik dan beberapa sektor," katanya.

Sementara itu, Andrew R.Tuah dari Tuah & Suparto Advocates and Solicitors mengatakan komunitas bisnis, baik lokal maupun asing mempertimbangkan Indonesia sebagai kandidat potensial sebagai tujuan investasi seiring kehadiran UU Omnibus Law.

"Secara khusus dalam sektor real estate, komponen digitalisasi yang disebutkan dalam UU Omnibus diharapkan mampu mewujudkan efisiensi birokrasi, sehingga meningkatkan daya saing Indonesia dalam standar internasional," katanya.

Menurut dia, diversifikasi rantai pasok (supply chain) dan investasi akan selalu ada di agenda investor asing untuk Indonesia.

"Diversifikasi supply chain ke Indonesia sangat tinggi apalagi lahan di Indonesia cukup luas, ditambah upah yang cukup kompetitif sehingga asing melihat ada prospektif investasi di Indonesia secara jangka panjang," katanya.

Baca juga: Kemenperin: pemerataan pembangunan kawasan industri perlu sinergi
Baca juga: Pemprov Kepri minta Kawasan Industri lindungi pekerja dari COVID-19
Baca juga: Wapres harap kawasan industri halal tarik perhatian investor asing