Konsumen Cerdas Jadi Power Pulihkan Ekonomi Bangsa

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 dinilai tak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan masyarakat, tetapi juga perekomian bangsa. Adanya pembatasan aktivitas dan penutupan sejumlah sektor, menyebabkan perlambatan ekonomi, bahkan nyaris menjerumuskan negara ke jurang krisis.

Namun, dalam kondisi itu tak boleh surut ke belakang. Tetap optimistis memandang masa depan dengan tetap berkarya. Untuk memulihkan ekonomi bangsa di tengah pandemi Covid-19, disiplin protokol kesehatan (prokes) sangat penting.

Karena itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemdag) mengusung maskot si Enda dalam menyosialisasikan disiplin prokes demi pemulihan ekonomi bangsa. Sosialisasi ini dilaksanakan dalam memperingati Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2021.

Harkonas 2021 yang mengusung tema ‘Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Maju’ diharapkan mendorong masyarakat dalam membangun gerakan konsumen cerdas. Selain itu, memperkuat upaya perlindungan konsumen oleh pemerintah demi percepatan pemulihan ekonomi bangsa.

Semangat Harkonas 2021 juga diharapkan menjadi momentum peningkatan pemahaman hak dan kewajiban, kecerdasan, serta kemandirian konsumen, serta nasionalisme tinggi dalam menggunakan produk dalam negeri.

Lewat maskot si Enda, Ditjen PKTN menyosialisasikan pentingnya mengikuti arahan pemerintah dalam mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan (prokes) agar terjadi percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

Dalam kegiatan sosialasasi, maskot Konsumen Berdaya si Enda membagikan masker kepada para pengendara motor dan mobil yang berhenti di lampu merah. Maskot Si Enda juga mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk terus menerapkan prokes di tengah pandemi Covid-19.

Dalam sosialisasi, si Enda membawa poster berisi slogan penyemangat. Seperti, “Konsumen Cerdas Ayo Vaksin”, “Jadilah Konsumen Kritis di Masa Pandemi”, “Konsumen Cerdas Pulihkan Ekonomi Bangsa”, “Konsumen Cerdas, Covid-19 Pasti Berlalu”, “Konsumen Cerdas Beli Sesuai Kebutuhan”, dan “Konsumen Cerdas Jalankan Prokes”.

Untuk dapat memulihkan ekonomi bangsa, penting bagi seluruh masyarakat sebagai konsumen cerdas untuk menerapkan prokes agar dapat mencegah terpapar COVID-19. Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya dapat mengingatkat, tetapi juga membuat masyarakat menerapkan prokes dengan disiplin.

Melalui sosialisasi yang disampaikan si Enda, meski di masa pandemi COVID-19, konsumen Indonesia tetap cerdas dan kritis. Khususnya, terkait semakin banyak perubahan aktivitas konsumsi dari luar jaringan (luring) menjadi dalam jaringan (daring) atau digital.

Pemulihan ekonomi pada masa darurat kesehatan sangat bergantung pada kerja sama yang baik antara konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah. "Demi terwujudnya iklim perdagangan yang baik, dibutuhkan pelaku usaha yang bertanggung jawab dan konsumen cerdas yang teliti dan memahami hak dan kewajibannya,” tutur Dirjen PKTN, Veri Anggrijono.

Menurut Veri, pemerintah Indonesia khususnya Kemendag, berusaha membentuk pergeseran pola konsumsi, produksi, transaksi, dan distribusi sebagai kekuatan baru untuk memulihkan ekonomi.

Pemerintah selaku regulator, harus menjamin dan memastikan kesinambungan perekonomian melalui berbagai kebijakan yang melindungi aktivitas perdagangan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sekarang ini. (Didit Maihatir Marpilana, Pranata Humas Kemendag)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel