Konsumen diimbau tetap bijak memilih maskapai di tengah pandemi

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Pengamat penerbangan Antonius Lisliyanto mengimbau agar calon penumpang memilih maskapai penerbangan yang mengutamakan keselamatan penumpang.

"Di sinilah masyarakat harus bijak dan kritis. Bahwa bagaimanapun kondisi bisnis sedang terpukul, faktor keselamatan dan keamanan penerbangan harus tetap menjadi acuan utama," ujar Antonius dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat.

Seperti diberitakan pada 20 Desember 2020 Pesawat Lion Air JT-173 tujuan Batam-Tanjungkarang tergelincir, diduga akibat cuaca buruk di Bandara Radin Inten II Lampung pada pukul 14.00 WIB.

Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ini, kata Antonius, menyisakan noda dalam aviasi nasional dengan insiden tergelincirnya pesawat Lion Air di runway setelah mendarat di Bandara Radin Intan II, Lampung, pukul 13.35 WIB.

Baca juga: Pesawat Lion Air JT173 tergelincir di Bandara Radin Inten II

Pesawat jenis Boeing 737-900ER bernomor registrasi PK-LGP dengan nomor penerbangan JT - 173 ini tiba dari Batam dengan tujuan Tanjung Karang, Lampung itu akhirnya dievakuasi setelah lima jam mengalami musibah.

Ia mengatakan jika memang sebuah penyedia layanan penerbangan dirasakan sudah tidak memenuhi standar minimal, maka konsumen berhak menentukan sikap.

"Menurut saya masih banyak maskapai kredibel yang lainnya. Keselamatan penerbangan bukan untuk coba-coba," kata Antonius yang juga staf pengajar di salah satu perguruan tinggi swasta itu.

Selain mengimbau masyarakat untuk selektif memilih maskapai, Antonius juga mendesak agar maskapai penerbangan harus tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan penumpang.

Baca juga: Lion Air tergelincir saat belok ke apron di Bandara Radin Inten II

"Kondisi saat ini memang tidak menguntungkan bagi bisnis penerbangan dalam masa pandemi COVID-19, namun masalah keselamatan dan keamanan penerbangan harus tetap menjadi prioritas utama dari penyedia jasa. Semua hal bisa dikondisikan dan disesuaikan, kecuali keamanan dan keselamatan penumpang," kata Antonius.

Penulis buku Angkasa Indonesia itu menekankan insiden yang menimpa Lion Air bukan kejadian pertama sehingga menimbulkan tanda tanya besar tentang penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari perusahaan yang mengusung konsep maskapai penerbangan bertarif rendah atau low-cost carrier itu.

"Ini menjadi tanya besar, apakah SOP yang mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna jasa memang telah dijalankan dengan benar oleh Lion Air? Baik tentang kelengkapan, kesiapan pesawat, kapasitas dan masih banyak lagi. Untuk itu diperlukan ketegasan dari pihak pengawas penerbangan terhadap pelaksanaan SOP di tiap-tiap maskapai," ujarnya.

Baca juga: Penumpang dan awak pesawat Lion Air JT-173 yang tergelincir selamat