Konsumen Pertamax Siap-Siap Pindah ke Pertalite Saat Harga BBM Naik

Merdeka.com - Merdeka.com - Rencana pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak terhadap penggunaan jenis BBM yang digunakan sejumlah masyarakat. Mayoritas pengguna BBM jenis Pertamax mempertimbangkan beralih ke BBM jenis Pertalite.

Nur Zein (28) mengaku sejak lama menggunakan BBM jenis Pertamax. Alasannya sederhana, kualitas BBM dapat tercermin dari harga yang dijual. Dia enggan menggunakan BBM jenis Pertalite karena tak ingin berdampak kerusakan pada motornya.

"Meski ada Premium waktu dulu, saya tetap pakai Pertamax. Motor terasa awet saja," kata Zein saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (31/8).

Selain itu, bensin yang dia ketahui adalah bensin subsidi itu, kerap kali mengalami kekosongan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), atau harus mengantre panjang. Untuk itu, dia enggan menggunakan Pertalite.

Namun, jelang rencana kenaikan harga BBM, Zein mengaku mulai goyah untuk beralih ke Pertalite. Meski belum mengetahui harga pasti Pertalite jika naik, mobilitasnya antara Bekasi-Cibubur dinilai cukup menguras kantong jika tetap memaksakan diri menggunakan Pertamax.

"Kalau tetap maksa Pertamax, sementara gaji tidak naik agak berat juga, kebutuhan sehari-hari kan tidak hanya bensin," ungkapnya.

Lia (37) juga mempertimbangkan untuk beralih dari Pertamax ke Pertalite. Mobil yang biasa dia gunakan untuk mengantar-jemput sang anak bersekolah, selama ini menggunakan Pertamax. Namun jika harga BBM naik, dan memiliki keperluan untuk perjalanan jauh, dia memilih menggunakan Pertalite.

"Ke Pertalite," kata Lia.

Masyarakat Ada yang Masih Tetap Setia dengan Pertamax

yang masih tetap setia dengan pertamax rev1
yang masih tetap setia dengan pertamax rev1.jpg

Berbeda dengan Zein dan Lia, Maya Sahara (30) memilih tetap menggunakan Pertamax meski ada rencana kenaikan harga BBM. Dia berpandangan, kenaikan harga bahan bakar merupakan sebuah keniscayaan. Dia pun berpedoman kalkulasi pengeluaran untuk transportasi tidak berdasarkan biaya subsidi.

"Kenaikan itu pasti, tinggal bagaimana kita terbiasa menyiapkan dana, kalau sudah terbiasa menyiapkan dana lebih satu saat terjadi kenaikan, tidak terlalu stress," kata Maya.

Annida Putriga (32) juga sependapat dengan Maya, akan tetap menggunakan BBM jenis Pertamax untuk motornya. Meski dia mengaku cukup tertekan dengan dampak kenaikan BBM, namun dia tak ingin mengambil risiko kerusakan motor akibat penggunaan Pertalite.

"Biasanya pakai Pertamax karena jarang service motor. Kalau ada kenaikan mungkin disiasati kurangi mobilitas biar jarang isi Pertamax, karena tidak enak saja kalau isi Pertalite," kata Annida.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif memberi sinyal kemungkinan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) segera naik, saat ditanya apakah ada kemungkinan pengumuman kenaikan harga BBM dilakukan pada 31 Agustus 2022. Dia menyebutkan sejauh ini rencana kenaikan harga BBM tersebut masih dimatangkan.

"Ya tunggu aja besok," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif seperti dikutip dari Antara di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (30/8). [bim]