Konsumen Tak Perlu Buru-Buru Pindah ke 5G, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi jaringan 5G hingga saat ini masih terus digaungkan untuk kebutuhan industri. Hal itu beralasan sebab dengan internet super cepat dan low latency, kebutuhan industri berbasis otomasi atau kecerdasan buatan dapat dioptimalkan.

Lantas, bagaimana dengan manfaat 5G untuk kebutuhan konsumen biasa? Direktur Penjualan Telkomsel, Ririn Widaryani, mengatakan ada beberapa hal yang dapat dimanfaatkan konsumen biasa dengan 5G, seperti hiburan video atau pengalaman bermain gim lebih mumpuni.

"Selain itu, dengan 5G, kualitas video call jauh lebih baik, tidak ada delay, real time. Kalau sekarang real time dengan 4G kan masih suka delay," tuturnya saat ditemui usai uji coba 5G Telkomsel di Batam, Kamis (28/11/2019).

Kendati demikian, Ririn mengatakan konsumen tidak perlu terburu-buru mengadopsi 5G apabila memang nanti sudah hadir. Dia mengatakan perlu proses, terutama dari ekosistem, sebelum akhirnya konsumen beralih ke 5G.

"Sebenarnya, kalau pemakaian sekarang ini, cukup pakai 4G. Namun untuk segmen khusus seperti esports memang membutuhkan low latency, jadi perlu 5G. Makanya, kami berangkat dari industri dulu, sebab paling pas untuk komunikasi machine to machine," tuturnya menjelaskan.

 

Telkomsel Uji Coba Jaringan 5G

Untuk informasi, Telkomsel memang baru saja menggelar uji coba jaringan teknologi 5G untuk kali kedua. Sebelumnya, operator yang identik dengan warna merah tersebut melakukannya saat ajang Asian Games 2018.

Adapun uji coba kali ini dilakukan di Batam, Kepulauan Riau. Dalam uji coba ini, Telkomsel menunjukkan sejumlah kemampuan teknologi jaringan 5G untuk mendukung kebutuhan industri.

"Uji coba kali ini dilakukan dalam sejumlah kasus untuk menunjukkan hal yang mungkin dilakukan pada industri berbasis artificial intelligence," tutur Acting CEO Telkomsel, Heri Supriadi, saat konferensi pers.

(Dam/Ysl)