Konsumsi Avtur di Jawa Bagian Tengah Naik 54 Persen selama periode Natal 2021

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat adanya peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan Avtur pada hari raya Natal 2021. Hal itu diutarakan oleh Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho.

"Jika dibandingkan pada saat normal yaitu di Oktober, rerata konsumsi harian BBM meningkat sebesar 6 persen yaitu semula 19.492 KL per hari menjadi 20.655 KL per hari. Serta LPG meningkat sebesar 3,1 persen yaitu semula 4.358 MT per hari menjadi 4.493 MT per hari," terang Brasto dalam keterangan tertulis, Kamis (30/12/2021).

"Sementara Avtur juga mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 54 persen dari masa normal 104 KL per hari menjadi 160 KL per hari," lanjut dia.

Pertamina telah memprediksi dan mengantisipasi akan adanya lonjakan kebutuhan bahan bakar tersebut dengan mengaktifkan Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru).

"Pada masa Satgas Nataru kami telah menyiagakan seluruh fasilitas penyaluran produk Pertamina kepada masyarakat, baik yang bersifat reguler maupun layanan tambahan di beberapa kawasan yang berfokus pada hari raya Natal dan tahun baru, salah satunya adalah Tol Trans Jawa," kata Brasto.

Layanan Satgas Nataru yang tersedia di beberapa rest area Tol Trans Jawa, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan DIY dari Km 252-Km 519. Diantaranya 7 titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) reguler dan 8 titik Pertashop atau SPBU Modular.

"Layanan tersebut tersedia dalam kondisi siaga dan stok cukup, baik itu di ruas tol arah Jakarta-Surabaya (Jalur A) maupun ruas tol arah Surabaya-Jakarta (Jalur B)," tuturnya.

Brasto menjelaskan, peningkatan konsumsi BBM di Tol Trans Jawa menjadi salah satu area peningkatan yang tertinggi selama masa Satgas Nataru.

"Pada SPBU jalur tol A arah Jakarta-Surabaya, peningkatan rerata konsumsi harian BBM mencapai 33,7 persen, yaitu semula 230 KL per hari menjadi 307 KL/hari. Sementara pada jalur tol B arah Surabaya-Jakarta, konsumsi BBM juga meningkat hingga 25,5 persen yaitu semula 206 KL per hari menjadi 259 KL/hari. Peningkatan tersebut jika dibandingkan dengan rerata harian normal di bulan Oktober," urainya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Peningkatan Konsumsi BBM dan LPG di Jawa Tengah

Petugas melayani pengendara mobil di SPBU kawasan Jakarta, Senin (27/12/2021). Pemerintah berencana untuk menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite dari peredaran secara bertahap dalam rangka peralihan penggunaan energi bersih. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas melayani pengendara mobil di SPBU kawasan Jakarta, Senin (27/12/2021). Pemerintah berencana untuk menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite dari peredaran secara bertahap dalam rangka peralihan penggunaan energi bersih. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Khusus di wilayah Jawa Tengah, peningkatan rerata konsumsi harian BBM pada masa Natal 2021 jika dibandingkan dengan masa normal bulan Oktober adalah sebesar 6 persen, yaitu semula 17.347 KL per hari menjadi 18.382 KL/hari.

Sementara peningkatan rerata konsumsi harian LPG sebesar 3,6 persen, yaitu semula 4.358 MT per hari menjadi 4.493 MT per hari.

Peningkatan Konsumsi BBM dan LPG di DIY

SPBU Pertamina.
SPBU Pertamina.

Khusus di wilayah DIY, peningkatan rerata konsumsi harian BBM pada masa Natal 2021 jika dibandingkan dengan masa normal bulan Oktober adalah sebesar 6 persen, yaitu semula 2.144 KL per hari menjadi 2.273 KL per hari.

Sementara rerata konsumsi harian LPG tidak mengalami peningkatan yang signifikan yaitu berada di angka 463 MT per hari.

Peningkatan Konsumsi BBM dan LPG di Solo Raya

Petugas SPBU mengisi bahan bakar jenis pertalite kepada pengguna sepeda motor di Pamulang, Tangerang Seatan, Banten, Senin (21/9/2020). Pertamina memberi diskon harga BBM jenis pertalite di Tangerang Selatan dan Bali, dari Rp 7.650 menjadi Rp 6.450 per liter. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Petugas SPBU mengisi bahan bakar jenis pertalite kepada pengguna sepeda motor di Pamulang, Tangerang Seatan, Banten, Senin (21/9/2020). Pertamina memberi diskon harga BBM jenis pertalite di Tangerang Selatan dan Bali, dari Rp 7.650 menjadi Rp 6.450 per liter. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Khusus di wilayah Solo Raya (Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kota Solo), peningkatan rerata konsumsi harian BBM pada masa Natal 2021 jika dibandingkan dengan masa normal bulan Oktober adalah sebesar 3,2 persen, yaitu semula 3.675 KL per hari menjadi 3.793 KL per hari.

Sementara rerata konsumsi harian LPG tidak mengalami peningkatan yang signifikan yaitu berada di angka 819 MT per hari.

Peningkatan Konsumsi BBM dan LPG di Tegal Raya

Petugas mengisi BBM pada sebuah mobil di salah satu SPBU, Jakarta, Selasa (1/3). Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite Rp 200 per liter. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas mengisi BBM pada sebuah mobil di salah satu SPBU, Jakarta, Selasa (1/3). Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite Rp 200 per liter. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Khusus di wilayah Tegal Raya (Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang), peningkatan rerata konsumsi harian BBM pada masa Natal 2021 jika dibandingkan dengan masa normal bulan Oktober adalah sebesar 7,5 persen, yaitu semula 2.372 KL per hari menjadi 2.549 KL per hari.

Sementara peningkatan rerata konsumsi harian LPG sebesar 8,7 persen, yaitu semula 625 MT per hari menjadi 679 MT per hari.

Peningkatan Konsumsi BBM dan LPG di Banyumas Raya

Pengendara mengisi  BBM di SPBU Jakarta, Minggu (10/2). Harga Pertamax diturunkan dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.850 per liter, harga Dexlite diturunkan dari Rp 10.300 menjadi Rp 10.200 per liter. (Liputan6.com/AnggaYuniar)
Pengendara mengisi BBM di SPBU Jakarta, Minggu (10/2). Harga Pertamax diturunkan dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.850 per liter, harga Dexlite diturunkan dari Rp 10.300 menjadi Rp 10.200 per liter. (Liputan6.com/AnggaYuniar)

Khusus di wilayah Banyumas Raya (Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara), peningkatan rerata konsumsi harian BBM pada masa Natal 2021 jika dibandingkan dengan masa normal bulan Oktober adalah sebesar 3,3 persen, yaitu semula 1.908 KL per hari menjadi 1.969 KL per hari.

Sementara peningkatan rerata konsumsi harian LPG sebesar 2,2 persen, yaitu semula 538 MT per hari menjadi 550 MT per hari.

Peningkatan Konsumsi BBM dan LPG di Kudus dan Sekitarnya

Pengendara motor mengantre mengisi BBM di SPBU, Jakarta, Kamis (18/6/2020). Kendati demikian, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menegaskan, saat ini pihaknya masih menyediakan dan menyalurkan BBM jenis Premium dan pertalite. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengendara motor mengantre mengisi BBM di SPBU, Jakarta, Kamis (18/6/2020). Kendati demikian, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menegaskan, saat ini pihaknya masih menyediakan dan menyalurkan BBM jenis Premium dan pertalite. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Khusus di wilayah Kudus dan sekitarnya (Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, Kabupaten Grobogan), peningkatan rerata konsumsi harian BBM pada masa Natal 2021 jika dibandingkan dengan masa normal bulan Oktober adalah sebesar 8,5 persen, yaitu semula 3.181 KL per hari menjadi 3.453 KL per hari.

Sementara peningkatan rerata konsumsi harian LPG sebesar 5,8 persen, yaitu semula 578 MT per hari menjadi 612 MT per hari.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel