Konsumsi BBM Turun Seiring Penerapan WFH

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina melaporkan ada penurunan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sejak diberlakukannya anjuran work from home (WFH) oleh pemerintah seiring penyebaran Corona Covid-19.

Secara umum, konsumsi BBM turun 8 persen dari rata-rata normal harian, dari 134,87 ribu KL menjadi 123,74 ribu KL. Saat ini, pasokan rata-rata nasional untuk BBM berada di level 23 hari dan stok LPG selama 17 hari.

Namun demikian Pertamina akan tetap meastikan ketersediaan pasokan BBM dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman, baik untuk saat ini maupun hari-hari ke depan.

"Untuk mendukung kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah, Pertamina akan mengoptimalkan layanan pengantaran atau Pertamina Delivery Service melalui Call Center 135 bagi masyarakat yang memilih untuk beraktivitas di rumah saja selama kondisi siaga COVID-19," kata Fajriyah Usman, Vice President Corporate Communication Pertamina.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus, tambahnya, Pertamina juga menyemprotkan disinfektan di fasilitas SPBU maupun tabung-tabung LPG, dan penerapan prosedur tambahan untuk petugas SPBU seperti penggunaan masker, sarung tangan dan hand sanitizer.

"Kami telah menerapkan kebijakan secara internal untuk pengaturan pekerja dimana pekerja di dalam lingkungan operasional perusahaan tetap masuk, sementara untuk pekerja kantoran menjalankan work from home. Dengan kebijakan tersebut, kami memastikan pasokan BBM dan LPG akan aman ke depannya," pungkasnya.

Sumber: Otosia.com

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Pertamina Perluas BBM Satu Harga di 83 Titik

Pertamina berkomitmen untuk melanjutkan program BBM Satu Harga di tahun 2020. Hal ini dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan BBM dengan harga terjangkau.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, ada 83 titik yang menjadi target BBM Satu Harga pada tahun ini.

"Kami optimis dapat mencapai target tersebut pada tahun ini untuk memastikan ketersediaan energi (availability) hingga ke pelosok negeri dengan harga yang terjangkau (affordability)," katanya, Jumat (27/3/2020).

Berkaca pada 2019, Pertamina berhasil merealisasikan BBM Satu Harga di 161 titik pada Oktober 2019 atau lebih cepat 3 bulan dari yang ditargetkan di bulan Desember 2019.

Sedangkan untuk tahun ini, BBM Satu Harga akan diperluas ke 83 titik lainnya seperti Sumatera sebanyak 13 titik, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 21 titik, Kalimantan sebanyak 13 titik, Sulawesi sebanyak 7 titik, Maluku 15 sebanyak titik dan Papua sebanyak 14 titik.

“Di awal 2020 ini kami sudah merealisasikan BBM Satu Harga di Kabupaten Sigi, Palolo, Sulawesi Tengah sambil paralel kami juga mempersiapkan untuk wilayah lainnya,” tambahnya.