Konsumsi Minuman Ini saat Hamil, Bayi Mengecil hingga Risiko Jantung

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menurut studi terbaru, ibu hamil yang mengonsumsi setengah cangkir kafein setiap hari, memiliki bayi yang lebih kecil dibanding ibu hamil yang tidak mengonsumsi minuman berkafein.

Studi tersebut menemukan, adanya pengurangan dalam ukuran dan massa tubuh tanpa lemak pada bayi yang ibunya mengonsumsi 200 miligram kafein per hari, yaitu sekitar dua cangkir kopi, yang juga meningkatkan risiko pada janin.

Dilansir dari Times of India, Kamis, 1 April 2021, ukuran bayi yang lebih kecil saat lahir, dapat membuat bayi berisiko lebih tinggi mengalami obesitas, diabetes dan penyakit jantung di kemudian hari. Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya mengurangi asupan minuman yang mengandung kafein.

Studi ini dipublikasikan di JAMA Network Open, di mana tim menganalisis data pada lebih dari 2.000 wanita yang berbeda ras dan etnis, dari usia kehamilan 8 hingga 13 minggu dan dari 12 klinik yang terdaftar,

Dari minggu ke-10 hingga minggu ke-13 kehamilan, para wanita memberikan sampel darah yang kemudian dianalisis untuk kafein dan paraxantin, yaitu senyawa yang diproduksi ketika kafein diuraikan oleh tubuh.

Hasilnya ditemukan bahwa bayi yang lahir dari wanita yang tidak memiliki kadar kafein atau minimal dalam darah, memiliki berat 84 gram saat lahir dan lebih panjang 0,44 sentimeter. Lingkar kepala mereka juga lebih besar 0,28 sentimeter.

Sementara wanita yang mengonsumsi 50 miligram kafein sehari, memiliki bayi 66 gram lebih ringan daripada bayi yang lahir dari ibu yang tidak mengonsumsi kafein. Selain itu, bayi yang lahir dari peminum kafein memiliki lingkar paha lebih kecil 0,32 sentimeter.

Hal ini terjadi karena kafein menyebabkan penyempitan pembuluh darah di rahim dan plasenta, yang dapat mengurangi suplai darah ke janin dan menghambat pertumbuhan bayi.

Para peneliti juga menemukan, kafein berpotensi mengganggu hormon stres janin, sehingga menempatkan bayi pada risiko kenaikan berat badan yang cepat setelah lahir dan penyakit jantung, diabetes, serta obesitas di kemudian hari.