Kontak dengan Pasien COVID-19, PM Malaysia Ismail Yaakob Karantina Mandiri

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob menjalani karantina mandiri setelah berkontak dekat dengan pasien COVID-19.

Karena harus menjalani karantina mandiri, PM Ismail Yaakob harus melewatkan upacara pelantikan Kabinet barunya pada Senin (30/8) waktu setempat.

"Perdana menteri tidak akan menghadiri penyerahan surat pengangkatan dan upacara pelantikan para menteri federal dan wakil menteri di hadapan Raja Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Syah sore ini," demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri Malaysia, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (30/8/2021).

Pernyataan itu menambahkan bahwa PM Ismail Yakoob akan berpartisipasi dalam perayaan hari nasional di Putrajaya pada Selasa (31/8) secara virtual.

Sebelumnya pada hari itu, dilaporkan bahwa Wakil Menteri Pendidikan Malaysia Mohamad Alamin tidak akan menghadiri upacara pelantikan kabinet baru karena dites positif COVID-19.

Kabinet Malaysia yang baru dilantik di hadapan Raja Al-Sultan Abdullah di istana nasional dalam sebuah upacara yang dimulai pada pukul 14.30 pada Senin (30/8) - sehari sebelum hari nasional ke-64 Malaysia.

Kabinet Malaysia yang diresmikan oleh PM Ismail Yakoob Jumat lalu terdiri dari 31 menteri dan 38 wakil menteri.

Diketahui empat menteri senior pengganti wakil perdana menteri, yaitu Mohamed Azmin Ali dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Hishammuddin Hussein dari United Malays National Organization (UMNO), Senator Mohd Radzi Md Jidin dari Bersatu serta Fadillah Yusof dari Gabungan Parti Sarawak (GPS).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hishammuddin Hussein Jadi Menteri Pertahanan Malaysia

Malaysia Lockdown Dilonggarkan: Sebuah monorel bergerak melalui distrik perbelanjaan kosong di pusat kota Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, (4/5/2020). Banyak sektor bisnis dibuka kembali pada Senin di beberapa bagian Malaysia sejak penguncian sebagian virus dimulai 18 Maret. (AP/Vincent Thian)
Malaysia Lockdown Dilonggarkan: Sebuah monorel bergerak melalui distrik perbelanjaan kosong di pusat kota Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, (4/5/2020). Banyak sektor bisnis dibuka kembali pada Senin di beberapa bagian Malaysia sejak penguncian sebagian virus dimulai 18 Maret. (AP/Vincent Thian)

Dalam pengumuman Kabinetnya, PM Ismail Yakoob menekankan budaya kerja berkinerja tinggi di antara kementerian Malaysia.

"Setiap kementerian perlu membuat perencanaan jangka pendek dan jangka panjang serta mencapai target. Untuk itu, setiap kementerian perlu membuktikan pencapaian awalnya dalam 100 hari pertama," kata PM Ismail Yakoob.

Mohamed Azmin tetap menjabat sebagai menteri perdagangan dan industri internasional Malaysia.

Kemudian Mohd Radzi dan Fadillah Yusof juga memegang portofolio pendidikan dan pekerjaannya masing-masing.

Sementara Hishammuddin Hussein, yang tadinya menjabat sebagai menteri luar negeri Malaysia, kini menjadi menteri pertahanan negara itu.

Senator Tengku Zafrul Tengku Abdul Aziz telah mempertahankan portofolio menteri keuangannya, sementara Khairy Jamaluddin adalah menteri kesehatan Malaysia yang baru.

Kabinet PM Ismail Sabri Yakoob sebagian besar serupa dengan pemerintahan pendahulunya, Muhyiddin Yassin dari partai Bersatu, yang mengundurkan diri setelah kehilangan dukungan mayoritas menyusul penarikan dukungan dari sejumlah anggota parlemen UMNO.

PM Ismail Yakoob, yang merupakan wakil presiden UMNO, naik ke posisi teratas dengan dukungan 114 anggota parlemen - sedikit lebih dari setengah dari total 220 anggota parlemen di Malaysia.

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel